IHSG Menguat Lagi, Diprediksi Cetak Rekor Sepanjang Masa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  10:04 WIB
IHSG Menguat Lagi, Diprediksi Cetak Rekor Sepanjang Masa
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG terpantau menguat 0,73% atau 47,09 poin ke level 6.541,76 pada pukul 09.16 WIB, setelah rebound ke zona hijau dengan dibuka naik 0,42% atau 27,14 poin di level 6.521,81.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.521,24 – 6.552,15. Pada perdagangan Selasa (19/2), IHSG berakhir di level 6.494,67 dengan koreksi tipis 0,05% atau 3,15 poin.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan pergerakan IHSG dapat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam beberapa waktu mendatang.

Gelombang capital inflow secara year-to-date yang masuk ke dalam pasar modal belum terlihat akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga hal ini menunjukkan bahwa minat investasi masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia.

“Hal ini tentunya juga turut ditunjang oleh stabilnya kondisi perekonomian dalam negeri, hari ini IHSG berpotensi menguat,” jelasnya.

Sementara itu, penguatan nilai tukar rupiah berlanjut menuju hari ketiga berturut-turut. Rupiah terpantau menguat 54 poin atau 0,38% ke level Rp14.049 per dolar AS pagi ini pukul 08.54 WIB, setelah berakhir terapresiasi 4 poin atau 0,03% di posisi 14.103 pada Selasa (19/2).

Dalam risetnya, I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, menjelaskan rupiah terapresiasi karena Bank Indonesia (BI) akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari ini.

Pelaku pasar masih meyakini bahwa BI masih akan menahan suku bunga acuannya di level 6,00%.  Selama bank sentral AS Federal Reserve masih bersikap dovish terkait kebijakan suku bunganya, maka Bank Indonesia tidak ada alasan untuk menaikkan suku bunga acuannya. 

Delapan dari sembilan sektor pun bergerak di zona hijau pagi ini, dipimpin sektor industri dasar (+1,18%) dan finansial (+1,04%). Adapun sektor pertanian bergerak sendiri di zona merah dengan pelemahan tipis 0,03%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing naik 2,97% dan 1,62% menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 rebound dan menguat 0,77% atau 4,38 poin ke level 570,37 pada pukul 09.17 WIB, setelah mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) dengan pelemahan 0,42% atau 2,41 poin di posisi 565,99.

Indeks saham di Asia mayoritas juga menguat, di antaranya indeks Nikkei 225 Jepang (+0,85%), Hang Seng Hong Kong (+1,09%), Kospi Korea Selatan (+1,12%), serta indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China yang masing-masing naik 0,01% dan 0,19%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top