Goldman Sachs Sebut Lonjakan Saham Teknologi Taiwan Memudar

Goldman Sachs Group Inc mengatakan kinerja kuat beberapa saham teknologi di Taiwan tahun ini tidak akan bertahan lama.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  07:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Goldman Sachs Group Inc mengatakan kinerja kuat beberapa saham teknologi di Taiwan tahun ini tidak akan bertahan lama.

Tim analis Goldman yang dipimpin oleh Richard Tang mengatakan kombinasi dari pertumbuhan global yang lamban pada paruh pertama tahun ini, kemungkinan penurunan pendapatan teknologi pada tahun 2019, serta investasi asing yang tinggi di sektor ini semuanya menunjukkan kemungkinan kinerja perusahaan teknologi Taiwan yang lemah.

Mereka mengatakan lonjakan saham teknologi tampaknya menjadi bagian dari rotasi lamban yang terjadi di wilayah tersebut, yang tidak mungkin bertahan lama.

"Secara relatif, kami merekomendasikan investor untuk mendukung saham non-teknologi, dan percaya bahwa setiap rotasi ke dalam saham teknologi mungkin tidak berkelanjutan karena kami tidak melihat alasan fundamental yang solid," tulis analis goldman, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks Taiex Taiwan naik tipis pada Selasa dan telah menguat 4,4% tahun ini, dengan sektor Komponen Elektronik dan indeks Optoelektronik menguat paling signifikan di antara 28 sektor pada indeks.

Goldman mengatakan sektor non-teknologi telah mengungguli teknologi sebesar 30% sejak akhir 2017.

Perusahaan seperti CTBC Financial Holding Co dan Mega Financial Holding Co dapat mengungguli kinerja saham lain menyusul berangsur normalnya valuasi dan penentuan posisi saham, menurut Goldman.

Sementara itu, investor harus "berhati-hati" pada perusahaan seperti Nanya Technology Corp dan Asustek Computer Inc. Goldman juga merekomendasikan untuk fokus pada saham dengan dividen tinggi dan volatilitas pendapatan rendah.

"Intinya, lonjakan sektor teknologi memudar, dan kami memperkirakan sektor non-teknologi untuk mempertahankan penguatannya," kata para analis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
goldman sachs

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top