AKSI EMITEN 20 FEBRUARI: Gairah Emisi Surat Utang Masih Tinggi, Margin SGRO Bakal Menebal

Berita mengenai penerbitan surat utang oleh korporasi dan potensi margin PT Sampoerna Agro Tbk. menjadi sorotan media nasional, Rabu (20/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  08:58 WIB
AKSI EMITEN 20 FEBRUARI: Gairah Emisi Surat Utang Masih Tinggi, Margin SGRO Bakal Menebal
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai penerbitan surat utang oleh korporasi dan potensi margin PT Sampoerna Agro Tbk. menjadi sorotan media nasional, Rabu (20/2/2019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Gairah Emisi Surat Utang Masih Tinggi. Di tengah tensi politik yang mulai menghangat, sejumlah korporasi masih memilih penerbitan surat utang sebagai opsi menggalang dana segar dari pasar modal. Hingga awal pekan ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mengantongi mandat dalam rangka emisi surat utang korporasi senilai Rp28,1 triliun. (Bisnis Indonesia)

JSMR Kaji Cross Border Securitization. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tengah melakukan kajian untuk menerbitkan instrumen sekuritisasi aset di luar negeri (cross border securitization) sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan perseroan. (Bisnis Indonesia)

Margin SGRO Bakal Menebal. Emiten perkebunan, PT Sampoerna Agro Tbk. memperkirakan margin perseroan berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak sawit mentah pada awal tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Diversifikasi Portofolio Topang ELSA. PT Elnusa Tbk. menerapkan sejumlah diversifi kasi portofolio yang diklaim menjadi penopang pertumbuhan kinerja secara tahunan pada 2018. (Bisnis Indonesia)

SMI Segera Terbitkan Sukuk Rp1 T. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan sukuk maksimal senilai Rp1 triliun pada pekan depan. Penggalangan dana melalui sukuk merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memenuhi kebutuhan dana tahun ini yang sebesar Rp8 triliun. (Investor Daily)

GMFI Siapkan Belanja US$86 Juta. PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. atau GMF AeroAsia menyiapkan dana belanja modal sebesar US$86 juta untuk mendukung agenda bisnis di tahun 2019. Anggaran itu lebih kecil ketimbang tahun lalu yang mencapai US$127 juta. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top