Tempuh IPO, Wahana Interfood Lepas 33,07% Saham

Produsen kakao dan cokelat PT Wahana Interfood Nusantara akan melaksanakan penawaran umum perdana saham. Adapun, penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek yakni PT UOB Kay Hian Sekuritas. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  07:33 WIB
Tempuh IPO, Wahana Interfood Lepas 33,07% Saham
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen kakao dan cokelat PT Wahana Interfood Nusantara akan melaksanakan penawaran umum perdana dengan melepas 33,07% saham. Adapun, penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek yakni PT UOB Kay Hian Sekuritas. 

Dalam prospektus yang dipublikasikan, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 168 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 33,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum. 

Perseroan juga menerbitkan 56 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau setara 16,47% dari total saham ditempatkan atau disetor penuh perseroan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma dengan rasio 3:1, yaitu setiap 3 pemegang saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I yang dapat ditukarkan dengan 1 saham baru. 

Adapun, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham ini setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 23,03% digunakan untuk belanja modal berupa tanah seluas 6.280 meter persegi yang berlokasi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Lebih lanjut, sekitar 15,81% digunakan untuk pembayaran uang muka kepada kontraktor untuk membangun pabrik seluas 2.291,60 meter persegi di Jalan Raya Parakan Muncang-Tanjungsari, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan pabrik direncanakan mulai Juni 2019. 

Sementara itu, 61,16% sisanya akan digunakan sebagai pembayaran uang muka pembelian mesin baru untuk produksi. Total nilai pembelian mesin baru sebesar Rp18,56 miliar. Adapun, dana yang diperoleh dari hasil pelaksnaaan Waran Seri I akan digunakan perseroan untuk modal kerja. 

Saat ini Wahana Interfood Nusantara dimiliki oleh PT Inter Jaya Corpora dengan kepemilikan 74% dan PT Granali Budi Berjaya dengan kepemilikan 26%. Setelah penawaran, kepemilikan PT Inter Jaya Corpora menjadi 49,53% dan PT Granali Budi Berjaya menjadi 17,40%, dan masyarakat sebesar 33,07%. 


Berikut jadwal pelaksanaan umum perdana saham: 
Masa penawaran awal: 20-26 Februari 2019
Perkiraan tanggal efektif: 8 Maret 2019
Perkiraan masa penawaran umum: 11-13 Maret 2019
Perkiraan tanggal penjatahan: 15 Maret 2019
Perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan: 19 Maret 2019
Perkiraan tanggal distribusi saham dan waran seri I secara elektronik: 19 Maret 2019
Perkiraan tanggal pencatatan saham dan waran seri I di BEI: 20 Maret 2019
Perkiraan awal perdagangan waran seri I: 20 Maret 2019
Perkiraan akhir perdagangan waran seri I 
Pasar reguler&negosiasi: 16 Maret 2020
Pasar tunai: 18 Maret 2020
Perkiraan awal pelaksaan waran seri I: 20 Septemebr 2019
Perkiraan akhri pelaksanaan waran seri I: 19 Maret 2022
Pekiraan akhir masa berlaku waran seri I: 19 Maret 2022

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar modal, ipo, kakao, cokelat

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top