Bursa Asia Menuju Level Tertinggi, IHSG Malah Terpeleset ke Zona Merah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik melemah 0,05% atau 3,15 poin di level 6.494,67 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (18/2), IHSG ditutup menguat 1,7% atau 108,73 poin di posisi 6.497,81.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  17:41 WIB
Bursa Asia Menuju Level Tertinggi, IHSG Malah Terpeleset ke Zona Merah
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah meskipun sempat menguat sepanjang perdagangan pada hari ini, Selasa (19/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik melemah 0,05% atau 3,15 poin di level 6.494,67 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (18/2), IHSG ditutup menguat 1,7% atau 108,73 poin di posisi 6.497,81.

Padahal, indeks terus bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan setelah dibuka menguat 0,04% atau 2,89 poin di posisi 6.500,70 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.493,31 – 6.534,01.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 226 saham menguat, 187 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 1,82% dan 1,27% menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG pada akhir perdagangan.

Empat dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori negatif, dipimpin oleh sektor industri dasar dengan pelemahan 1,09%. Di sisi lain, lima sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor tambang yang naik 1,52%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 juga ditutup berbalik melemah 0,42% atau 2,41 poin ke level 565,99, meskipun sempat dibuka menguat 0,27 poin atau 0,05% ke level 568,67.

Indeks saham lainnya di Asia cenderung variatif pada perdagangan hari ini, dengan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing menguat 0,1% dan 0,28%, sedangkan indeks Shanghai Composite China menguat 0,05%.

Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,42%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,24% dan FTSE Straits Time Singapura turun 0,19%.

Dilaporkan Reuters, bursa saham Asia bergerak pada kisaran level tertinggi empat bulan karena investor mencermati kemajuan dalam pembicaraan perdagangan China-AS.

Pembicaraan perdagangan mendominasi berita utama dengan putaran baru perundingan antara AS dan China yang akan berlangsung di Washington pada hari Selasa, dan tindak lanjut di tingkat yang lebih tinggi di akhir pekan ini.

Laporan kemajuan dalam pembicaraan telah meningkatkan harapan di kalangan investor bahwa kedua negara dapat mencapai kompromi dalam perang perdagangan sebelum batas waktu 1 Maret. meskipun tak banyak detail yang terdengar terkait hal ini.

Di sisi lain, risalah rapat pertemuan bank sentral AS Federal Reserve pada Januari yang akan dirilis pekan ini kemungkinan akan menunjukkan seberapa yakin para pembuat kebijakan untuk menunda kenaikan suku bunganya.

“Dalam sepekan terakhir, sepertinya bank-bank sentral global telah memulai kemungkinan proses pelonggaran moneter,” jelas pakar strategi Bank of America-Merrill Lynch Ajay Singh Kapur dalam risetnya. “Jika demikian, ini akan sangat positif untuk saham Asia atau emerging market,” tambah Kapur, seperti dilansir Reuters.

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

BBCA

-1,82

ASII

-1,27

CPIN

-2,96

BMRI

-1,03

TPIA

-2,28

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+1,82

BNII

+24,81

PTBA

+5,53

TKLM

+0,51

ADRO

+4,02

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI, rekomendasi saham

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top