Ekspektasi Pertumbuhan Laba Korporasi Stabil, Bursa Eropa Menguat

Bursa saham Eropa melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (13/2/2019), bersama saham global yang didorong optimisme seputar perundingan perdagangan Amerika Serikat-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  06:42 WIB
Ekspektasi Pertumbuhan Laba Korporasi Stabil, Bursa Eropa Menguat
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (13/2/2019), bersama saham global yang didorong optimisme seputar perundingan perdagangan Amerika Serikat-China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa berakhir menguat 0,6%, kenaikan hari ketiga berturut-turut, sedangkan indeks DAX Jerman yang sensitif terhadap isu perdagangan naik 0,4%.

Bursa Wall Street AS juga memperpanjang reli didorong tumbuhnya harapan bahwa AS dan China akan menuntaskan kesepakatan perdagangan serta mencegah putaran baru pengenaan tarif terhadap impor dari China.

"Situasi pada perdagangan AS-China tak pasti, tetapi dasar kasus tim strategi Asia kami melihat akan ada kesepakatan,” kata analis Nomura dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.

Meski demikian indeks saham IBEX Madrid tertinggal, dengan berakhir flat, setelah parlemen Spanyol menolak rancangan anggaran 2019. Hal ini mendorong negara itu mendekati pemilu nasional dini di tengah lanskap politik yang semakin terfragmentasi.

Pasar Lisbon yang lebih fluktuatif dan lebih kecil terseret lebih rendah oleh ketidakpastian politik di Madrid, dengan berakhir turun 1,2%.

Indeks FTSE London berhasil mengungguli dan naik 0,8% ke level tertinggi dalam 4 bulan, setelah data menunjukkan inflasi Inggris turun ke level terendah dua tahun pada Januari.

“Data itu keluar lebih rendah dari ekspektasi dan cukup banyak melepaskan tekanan apa pun yang mungkin dimiliki BOE [Bank of England] sehubungan dengan harga yang naik terlalu cepat,” kata pedagang City of London Markus Huber.

“Lebih lanjut, itu bisa memberi BOE lebih banyak ruang untuk menurunkan suku bunga jika ekonomi meluncur ke dalam resesi baik karena ketidakpastian Brexit yang berlaku atau Brexit tanpa kesepakatan," tambahnya.

Di sisi lain, sejumlah besar laporan kinerja keuangan korporasi memicu pergerakan harga yang kuat baik ke atas maupun ke bawah.

Saham bank asal Belanda ABN Amro, yang dilanda gangguan kredit, turun 7,7% dengan laba bersih kuartal keempat jauh di bawah ekspektasi para analis.

Saham perusahaan lain asal Belanda, Heineken, mendapat sambutan yang sangat berbeda dari pasar, dengan naik 6% karena hasil yang lebih baik dari perkiraan. Masih di Belanda, saham produsen cat Akzo Nobel naik 3,3% setelah laporannya sedikit mengalahkan ekspektasi.

Saham Amundi, pengelola aset terbesar di zona euro, juga naik 4,4%, setelah mengonfirmasikan target laba untuk 2020 terlepas dari kondisi pasar yang buruk pada kuartal keempat.

Di antara perusahaan lain yang hasilnya menonjol adalah Ingenico, yang harga sahamnya naik 10,5%, perusahaan judi online Kindred Group naik 7,5%, dan Swedish Match yang naik 9,2%.

Hasil-hasil positif ini muncul ketika proyeksi laba untuk perusahaan-perusahaan Stoxx 600 stabil setelah mengalami penurunan sejak November lalu, data I/B/E/S Refinitiv menunjukkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top