Pelemahan Yen Untungkan Eksportir, Bursa Jepang Makin Hijau

Bursa saham Jepang menguat tajam pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (13/2/2019), didorong optimisme perkembangan positif seputar perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 13 Februari 2019 16:49 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang menguat tajam pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (13/2/2019), didorong optimisme perkembangan positif seputar perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Topix ditutup menguat 1,06% atau 16,73 poin di posisi 1.589,33 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (12/2), Topix berakhir melonjak 2,16% atau 33,20 poin di level 1.572,60.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2125 saham pada indeks Topix, 1.342 saham di antaranya menguat, 708 saham melemah, dan 75 saham stagnan.

Saham SoftBank Group Corp. dan Recruit Holdings Co. Ltd. yang masing-masing naik 4,92% dan 4,70% menjadi pendorong utamanya.

Adapun indeks Nikkei 225 berakhir menguat 1,34% atau 280,27 poin di level 21.144,48, setelah ditutup melonjak 2,61% atau 531,04 poin di level 20.864,21 pada perdagangan Selasa (12/2).

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei, 162 saham menguat, 60 saham melemah, dan 3 saham stagnan. Saham SoftBank Group Corp. (+4,92%) dan Tokyo Electron Ltd. (+3,19%) menjadi penopang utamanya.

Baik indeks Topix dan Nikkei 225 menanjak ke level tertingginya sejak 17 Desember.

Dilansir dari Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan memperpanjang batas waktu pada 1 Maret yang ditetapkan untuk meningkatkan tarif pada produk-produk asal China.

Kemungkinan itu dikatakannya terbuka jika perundingan perdagangan antara kedua negara yang  berlangsung pekan ini membuat progres.

“Jika kita [AS-China] membuat progres menuju kesepakatan yang dapat mewujudkan kesepakatan nyata berikut penyelesaiannya, saya bisa saja menunda penerapan [kenaikan tarif] untuk sementara waktu,” kata Trump kepada awak media saat menggelar rapat kabinet pada Selasa (12/2/2019) waktu setempat.

Komentar terbaru dari Trump menjadi indikasi terkuat bahwa ia bersedia memberi lebih banyak waktu kepada China untuk mencapai resolusi guna menghindari konflik perdagangan yang telah memengaruhi ekonomi global.

Perpanjangan tenggat waktu dapat membuka jalan bagi potensi pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping guna menuntaskan kesepakatan.

“AS dan China terlihat bergerak menuju kesepakatan perdagangan, sehingga peluang tarif yang lebih tinggi untuk barang impor asal Tiongkok telah menurun,” kata Mitsushige Akino, seorang pejabat eksekutif di Ichiyoshi Asset Management Co., Tokyo.

Penguatan bursa saham Jepang turut didukung nilai tukar yen yang lanjut melemah 0,24 poin atau 0,22% ke level 110,72 yen per dolar AS pukul 15.26 WIB, setelah berakhir melemah 0,09% atau 0,10 poin di posisi 110,48 pada Selasa (12/2). Pelemahan yen diketahui berdampak positif pada prospek laba eksportir.

“Karena yen telah melemah menuju kisaran pertengahan 110 per dolar, dampak terhadap laba perusahaan lokal akan cenderung netral,” jelas Hiroaki Mino, pakar strategi senior di Mizuho Securities Co.

Tag : bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top