TOWR Dapat Dana Segar Hingga Rp1,22 Triliun

Emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. mendapatkan fasilitas pinjaman sekitar Rp1,22 triliun dari perbankan asal Jepang.
Dwi Nicken Tari | 09 Februari 2019 05:30 WIB
Sarana Menara Nusantara (TOWR) - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. mendapatkan fasilitas pinjaman sekitar Rp1,22 triliun dari perbankan asal Jepang.

Terbaru, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan lewat Bursa Efek Indonesia, PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) selaku cucu usaha dari emiten berkode saham TOWR tersebut telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta senilai Rp500 miliar tertanggal 6 Februari 2019. Adapun bunga atas fasilitas pinjaman tersebut adalah 1 bulan JIBOR dan margin yang berlaku yaitu 1,75% per tahun.

Sebelumnya, TOWR juga telah mengumumkan bahwa PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) juga telah menandatangani fasilitas pinjaman dari Bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) cabang Singapura senilai 5,68 juta yen tertanggal 4 Februari 2019.

Dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia (4 Februari 2019, 100 yen setara dengan Rp128), TOWR pun mengantongi Rp727,44. Dan bunga atas fasilitas pinjaman tersebut adalah 1 bulan TIBOR (Tokyo Interbank Offering Rate) dan margin yang berlaku yaitu 0,70% per tahun

Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara Irfan Ghazali menyampaikan bahwa fasilitas pinjaman tersebut masing-masing akan digunakan untuk mendanai kebutuhan umum dari Protelindo dan Iforte.

Pada tanggal 6 Februari 2019, Iforte telah menandatangani Perjanjian Fasilitas tertanggal 6 Februari 2019 dengan MUFG,” tulisnya seperti dikutip, Jumat (8/2/2019).

Sementara pinjaman dari SMBC akan digunakan untuk mendanai kebutuhan umum, modal kerja, dan untuk pembayaran biaya dan pengeluaran Protelindo.

Adapun TOWR memang berambisi untuk mengekspansikan bisnis pada tahun ini. Pada akhir tahun lalu, TOWR sempat menyampaikan bakal menggelontorkan belanja modal hingga Rp2 triliun pada 2019.

Pada awal tahun ini, perseroan telah mendapatkan kontrak order sewa menara mencapai 1.600 pesanan, yang terdiri dari kolokasi dan BTS atau tower baru.

Selain itu, permintaan jaringan fiber optik juga berta,bah hingga 13.600 km untuk jangka panjang. tak hanua itu, TOWR lewat Iforte juga mendapatkan kontrak untuk menyediakan jasa transponder dengan kapasitas 1.939,2 MHz dengan menggunakan High Throughput Satellite (HTS) untuk Badan Aksesibilotas Telekomunikasi dan Informasi yang merupakan unit di bawah Kominfo.

Per Desember 2018, TOWR selaku induk usaha dari Protelindo dan Iforte telah memiiki sebanyak 17.473 menara dengan 28.319 penyewa. Adapun tenancy ratio dicatat di level 1,62.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2018, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp4,34 triliun secara yoy, atau naik 9,23% dari sebelumnya Rp3,98 triliun. Pada periode yang sama, TOWR juga mencatatakan laba bersih sebesar Rp1,71 triliun, naik secara tahunan sebesar 4,87% dari sebelumnya Rp1,63 triliun.

Di lantai bursa, saham TOWR ditutup flat sebesar Rp845 pada perdagamgan Jumat (8/2/2018). Secara ytd, TOWR tumbuh 22,46% dengan kapitalisasi pasar Rp43,11 triliun.

Tag : kinerja emiten, towr
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top