Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekhawatiran Perdagangan Timbul Kembali, Indeks Topix Ditutup Melemah

Indeks Topix ditutup melemah 1,89% atau 29,63 ke level 1.539,40 pada akhir perdagangan hari ini. Secara mingguan, indeks tercatat melemah sebesar 1,6%.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  15:26 WIB
Kekhawatiran Perdagangan Timbul Kembali, Indeks Topix Ditutup Melemah
Bursa Jepang - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix Jepang turun hampir 2% sekaligus menghapus penguatan mingguannya pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (8/2/2019), karena kekhawatiran perdagangan dan pertumbuhan ekonomi muncul kembali.

Indeks Topix ditutup melemah 1,89% atau 29,63 ke level 1.539,40 pada akhir perdagangan hari ini. Secara mingguan, indeks tercatat melemah sebesar 1,6%.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 ditutup melemah 2,01% atau 418,11 poin ke level 20.333,17 dan telah melemah 2,2% sepanjang pekan ini.

Sektor elektronik dan kimia menjadi penekan utama pada bursa saham Jepang setelah Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan dengan China tidak akan tercapai sebelum akhir gencatan 90 hari.

Saham emiten elektronik seperti Fanuc, Keyence, dan Nidec  melemah antara 2,3% hingga 4.1%, sedangkan saham Kao melemah 4,7% dan menekan sektor kimia.

Komisi Eropa menambah kekhawatiran pertumbuhan global karena memangkas perkiraan untuk ekonomi utama di zona euro dan memperingatkan bahwa Brexit dan perlambatan di China mengancam prospek menjadi lebih buruk.

"Jika negosiasi AS-China menghadapi masalah yang berat dan friksi perdagangan tidak terpecahkan, perdagangan global dapat menyusut," kata Takahiro Nakano, analis senior di Asset Management One Co, seperti dikutip Bloomberg.

“Di antara revisi pelemahan, perkiraan pemotongan pada Jerman cukupmengejutkan. Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa ekonomi global mungkin melambat lebih dari yang diperkirakan semua orang," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa jepang
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top