Mirae Asset Sekuritas: SUN Diproyeksi Bergerak Variatif Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara (SUN) akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Senin (4/2/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  10:35 WIB
Mirae Asset Sekuritas: SUN Diproyeksi Bergerak Variatif Hari Ini
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa harga Surat Utang Negara (SUN) akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Senin (4/2/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan bahwa sentimen negatif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder berasal dari positifnya kondisi ekonomi AS setelah rilis data PMI Manufaktur Januari 2019. Berdasarkan rilis Institute for Supply Management (ISM), terlihat level ekspansif sebesar 56,6 poin atau lebih besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan ekspektasi pasar.

Selain itu, sektor ketenagakerjaan AS juga masih kuat yang ditunjukkan oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja AS selain sektor pertanian (nonfarm payroll) per Januari 2019 menjadi sebesar 304.000 tenaga kerja, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebanyak 222.000 tenaga kerja.

Kombinasi masih kuatnya sektor industri manufaktur dan tenaga kerja AS mendorong yield 10 tahun US Treasury naik ke kisaran 2,69% dari sebelumnya 2,63% dan indeks dolar AS menguat ke kisaran 95,61 poin dari sebelumnya 95,58 poin, di mana kenaikan tersebut masih relatif moderat akibat sentimen dovish The Fed pada pekan lalu.

Masih kondusifnya kondisi ekonomi AS tersebut dikhawatirkan bisa memicu kembalinya kebijakan moneter The Fed yang cenderung hawkish dalam waktu dekat.

Sentimen negatif bagi pergerakan harga SUN lainnya juga didorong oleh tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang sejauh ini sudah mencapai level US$55,23 atau mencapai level tertinggi sejak November 2018. Peningkatan ini disebabkan adanya kekhawatiran terjadinya disrupsi suplai minyak mentah dunia akibat sanksi ekonomi AS terhadap perusahaan minyak milik Venezuela.

Kenaikan harga minyak pada perdagangan terakhir juga didorong oleh turunnya jumlah rig yang beroperasi di AS. Menurut data Baker Hughes per pekan yang berakhir 1 Februari 2019, hanya ada 847 unit dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebanyak 862 unit rig.

Sentimen negatif bagi harga SUN yang berasal dari data makro ekonomi AS dan naiknya harga minyak mentah dunia diproyeksi masih diimbangi dengan adanya efek dari kebijakan dovish The Fed pada pekan lalu. Hal itu membuat harga SUN diperkirakan bervariasi, di mana secara umum kenaikan harga diperkirakan masih terjadi di SUN kategori pendek.

Sementara itu, kategori menengah dan panjang berpotensi mencatatkan pelebaran spread antara bid dengan offer di pasar sekunder yang pada akhirnya mendorong terjadinya pelemahan terbatas. Aksi profit taking juga perlu diwaspadai oleh investor menjelang libur perdagangan esok hari.

"Didasarkan pada proyeksi bervariasinya pergerakan harga SUN di pasar sekunder hari ini dengan kecenderungan melemah terbatas, kami merekomendasikan hold hingga sell untuk kategori beberapa seri SUN yang tergolong likuid seperti FR0077, FR0063, FR0078, FR0064, FR0068, FR0075, dan FR0079. Sementara itu, khusus untuk seri FR0065, kami masih merekomendasikan hold atau buy," papar Dhian dalam riset harian, Senin (4/2).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 92,90 (7,60%) - 93,30 (7,48%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,40 (7,79%) - 101,85 (7,69%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,20 (7,94%) - 88,60 (7,88%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,35 (7,91%) - 102,70 (7,86%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,70 (8,22%) - 87,10 (8,17%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,35 (8,22%) - 102,00 (8,14%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,00 (8,34%) - 90,70 (8,26%)
FR0079 (15 April 2039): 100,40 (8,33%) - 101,00 (8,27%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.930 - Rp13.973.

Berikut review perdagangan Jumat (1/2):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +33,10 bps to 101,66 (7,73%)
FR0078: +84,20 bps to 102,65 (7,87%)
FR0068: +279,60 bps to 101,93 (8,15%)
FR0079: +194,70 bps to 101,09 (8,26%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0,046 point to 2,51%
UST 5yr: +0,067 point to 2,50%
UST 10yr: +0,055 point to 2,69%
UST 30yr: +0,030 point to 3,03%
German Bund 10yr: +0,017 point to 0,17%
UK Gilt 10yr: +0,029 point to 1,25%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -1,84% to 45,25
CDS 5yr: +0,17% to 112,06
CDS10yr: -2,18% to 182,42

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: +2,66% to $55,23 per barrel
BRENT: +1,37% to $62,25 per barrel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top