Kurs Tengah Menguat 17 Poin, Pelemahan Dolar AS Dongkrak Rupiah Lagi

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (11/1/2019) di level Rp14.076 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari posisi Rp14.093 pada Kamis (10/1).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Januari 2019  |  12:00 WIB
Kurs Tengah Menguat 17 Poin, Pelemahan Dolar AS Dongkrak Rupiah Lagi
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (11/1/2019) di level Rp14.076 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari posisi Rp14.093 pada Kamis (10/1).

Kurs jual ditetapkan Rp14.146 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.006 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau berbalik menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.048 per dolar AS pada pukul 10.59 WIB.

Nilai tukar rupiah sempat tergelincir terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ketika dibuka terdepresiasi 20 poin atau 0,14% di level Rp14.073 per dolar AS pagi ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (10/1), nilai tukar rupiah ditutup menguat 72 poin atau 0,51% di posisi Rp14.053 per dolar AS, apresiasi pada hari kedua berturut-turut.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.045-Rp14.084 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia menguat, dipimpin yuan offshore yuan onshore China yang masing-masing terapresiasi 0,59% dan 0,51% terhadap dolar AS.

Mata uang Asia bergerak stabil saat investor mencermati dampak kemungkinan berhentinya kenaikan suku bunga di Amerika Serikat menimbang latar belakang pertumbuhan global yang memburuk.

Dalam agenda Economic Club of Washington, Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan kembali pandangan para pembuat kebijakan lain bahwa The Fed akan bersabar mengenai kenaikan suku bunga.

Namun, sejumlah investor juga mewaspadai perselisihan politik yang berkepanjangan di Washington mengenai anggaran tembok yang diinginkan oleh Trump di perbatasan AS-Meksiko. Isu ini telah menyebabkan penutupan sebagian layanan pemerintah federal (partial government shutdown) pada hari ke-20.

“Mata uang Asia telah didukung oleh sikap sabar The Fed dan meningkatnya hubungan AS-China. Ada ruang untuk penguatan lebih lanjut jika penutupan sebagian layanan pemerintah federal di AS mulai mengikis dolar AS,” jelas Khoon Goh, kepala riset di ANZ.

Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,174 poin atau 0,18% ke level 95,365 pada pukul 10.52 WIB.

Indeks dolar kembali bergerak di zona merah dengan dibuka turun 0,100 poin di level 95,439 pagi ini, setelah pada perdagangan Kamis (10/1) mampu rebound dan berakhir menguat 0,34% atau 0,320 poin di posisi 95,539.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

11 Januari

14.076

10 Januari

14.093

9 Januari

14.120

8 Januari

14.031

7 Januari

14.105

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top