OJK Incar Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp200 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga Rp250 triliun, dengan total perusahaan tercatat baru mencapai lebih dari 75 perusahaan, yang didukung kondisi ekonomi global dan domestik yang secara umum diproyeksikan membaik.
Emanuel B. Caesario | 11 Januari 2019 20:58 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan sambutan saat pembukan perdagangan 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga Rp250 triliun, dengan total perusahaan tercatat baru mencapai lebih dari 75 perusahaan, yang didukung kondisi ekonomi global dan domestik yang secara umum diproyeksikan membaik.  

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan bahwa sepanjang 2018 lalu, penggalangan dana di pasar modal mencapai Rp166 triliun, turun dibandingkan Rp255 triliun pada 2017. Hal ini tidak mengherankan sebab strategi penggalangan dana emiten tahun lalu pun berubah seiring naiknya tingkat suku bunga dan yield surat utang.

Wimboh mengatakan tahun ini pasar keuangan global belum sepenuhnya akan kembali normal. Volatilitas masih akan ada, terutama karena kemungkinan tetap berlanjutnya kebijakan pengetatan suku bunga The Fed. Namun, tekanannya dinilai tidak akan lagi sebesar 2018.

Menurutnya, ada indikasi kinerja perekonomian Amerika Serikat tidak sebaik seperti yang diharapkan. Hal ini justru menjadi senitmen positif bagi pasar dalam negeri. Tren perbaikan kinerja ekonomi negara-negara berkembang tampaknya akan berlanjut tahun ini.

Wimboh berharap, kondisi yang membaik ini akan menjadi landasan yang baik bagi korporasi untuk melancarkan strategi penggalangan dana yang lebih tinggi tahun ini.

“Kita perkirakan lebih dari 75 emiten baru tahun ini dan juga emisi dalam nominal antara Rp200 triliun hingga Rp250 triliun,” katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2019, Jumat (11/1/2019).

Wimboh mengatakan, tahun ini OJK akan tetap mendorong pelaku pasar, khususnya para emiten yang sudah diidentifikasikan OJK, untuk lebih agresif lagi menggalang dana di pasar modal dengan menggunakan berbagai instrumen yang sudah disiapkan OJK.

Selama ini, masih banyak produk investasi yang belum dijajaki oleh kalangan korporas, padahal sangat potensial. Beberapa instrumen itu misalnya RDPT, efek beragun aset, DIRE, dan Dinfra. Selain itu, OJK juga akan mendorong terbitnya instrumen derivatif seperti IGBF, serta instrumen alternatif seperti MTN dan sukuk wakaf.

Untuk memastikan proses bisnis korporasi berjalan baik, OJK akan membenahi proses bisnis dalam internal OJK dengan menggunakan teknologi informasi. OJK akan menggunakan TI baik untuk proses pengawasan, perizinan, fit and proper test. Menurutnya, proses fit and proper akan bisa ditekan menjadi hanya sektiar 14 hari kerja dari sebelumnya 30 hari kerja.

Tag : bursa efek indonesia, ojk, kinerja emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top