Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KABAR GLOBAL: Menakar Nyali IPO Perusahaan 2019, Pertumbuhan Ekspor Jepang Melambat

Sejumlah berita menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (20/12/2018), di antaranya mengenai aksi korporasi global di tahun 2019 serta pertumbuhan ekspor Jepang yang melambat.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi sorotan media massa hari ini, Kamis (20/12/2018), di antaranya mengenai aksi korporasi global di tahun 2019 serta pertumbuhan ekspor Jepang yang melambat.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Menakar Nyali IPO Perusahaan 2019. Menjelang akhir tahun, sejumlah perusahaan tentu sudah memiliki gambaran rencana bisnis termasuk aksi korporasi untuk tahun berikutnya. Salah satu hal yang menarik dicermati adalah rencana perseroan untuk melepaskan sahamnya di pasar modal. (Bisnis Indonesia)

Pertumbuhan Ekspor Jepang Melambat. Pertumbuhan ekspor Jepang kembali melambat pada November 2018, seiring dengan tipisnya pertumbuhan keuntungan yang didapat oleh bisnis pengiriman barang. (Bisnis Indonesia)

AS-China Rancang Pertemuan Lanjutan. Amerika Serikat dan China berencana kembali melakukan pertemuan formal pada Januari 2019 untuk melakukan negosiasi terkait dengan 'gencatan senjata' perang dagang yang lebih luas. (Bisnis Indonesia)

Minat Perusahaan Melantai di Bursa New York Menurun. Tahun depan perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) turun dibandingkan tahun 2018 ini. Walau ada dua nama perusahaan tranportasi online asal Amerika Serikar (AS) yakni Uber Technologies Inc dan Lyft Inc yang bakalan melantai di bursa New York, tak akan banyak mempengaruhi minat perusahaan lain. (Kontan)

Pinjaman IMF ke Ukraina. Ukraina mendapatkan komitmen pinjaman baru dari Dana Moneter Internasional (IMF). Mengutip New York Times kemarin, pinjaman ini bak angin segar bagi sebuah negara yang ekonominya lemah akibat korupsi dan perang dengan separatis yang mendapat dukungan Rusia. (Kontan)

Goldman Lawan Malaysia. Goldman Sachs melawan tudingan Pemerintah Malaysia. Sebelumnya, bank investasi asal Amerika Serikat dfam dua mantan karyawannya dituduh ikut dalam kasus korupsi 1Malaysia Development Bhd (1MDB). (Kontan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper