PREDIKSI IHSG SELASA (4/12/2018): Usai Pertahankan Rebound, Indeks Berpeluang Terkoreksi?

IHSG pada perdagangan Selasa (4/12/2018) berpeluang terkoreksi setelah sukses mempertahankan rebound-nya dan berakhir menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (3/12). Pergerakan IHSG menguat di tengah penguatan bursa saham global menyusul ‘gencatan senjata’ yang disepakati para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China.
Dara Aziliya | 03 Desember 2018 20:24 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA --  IHSG pada perdagangan Selasa (4/12/2018) berpeluang terkoreksi setelah sukses mempertahankan rebound-nya dan berakhir menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (3/12). Pergerakan IHSG menguat di tengah penguatan bursa saham global menyusul ‘gencatan senjata’ yang disepakati para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan China.

IHSG ditutup menguat 1,03% atau 62,20 poin pada level 6.118,32, level penutupan tertinggi sejak 24 April. Seluruh sektor menetap di teritori positif, dipimpin sektor tambang, properti, dan pertanian yang masing-masing tercatat menguat 2,51%, 2,19%, dan 2,18%.

Dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 235 saham menguat, 177 saham melemah, dan 206 saham stagnan. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang menguat 3,67% beserta sejumlah saham emiten bank menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG pada akhir perdagangan.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 mempertahankan rebound-nya dan ditutup menguat 0,80% atau 4,36 poin pada level 550,09, setelah berakhir melorot 1,37% atau 7,58 poin pada level 545,73 pada Jumat (30/11).

Equity Technical Analyst Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan secara teknikal IHSG tepat menyentuh level FR161.8% sebagai target Wave 3 secara ideal. Pola candlestick pun membentuk pola northern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menguji MA200. 

"Indikator stocahstic bergerak jenuh dengan momentum jenuh indikator RSI sehingga diperkirakan IHSG terkoreksi jangka pendek dengan support resistance 6.038-6.155," ungkap Lanjar. 

Beberapa saham yang dia rekomendasikan yaitu TBLA, INKP, TLKM, PGAS, ADRO, INDY, UNTR, dan MCAS.

Sementara itu, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG terlihat masih berupaya melanjutkan penguatan jangka pendek. Dalam jangka panjang, IHSG masih berada dalam tahap uptrend.

"Uptrend IHSG dapat menjadi pedoman bagi investor bahwa peluang untuk meraih capital gain dalam investasi jangka panjang masih terbuka lebar," ungkap William.

Dia memprediksi  IHSG akan menguat dengan rentang pergerakan 5.955-6.226. Beberapa saham yang dapat diperhatikan yaitu PWON, ASRI, BBCA, BBNI, SMRA, SRIL, MYOR, ICBP, dan WTON.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top