Investor Milenial Dominasi Pembelian ST-002

Investor milenial usia 18 – 38 tahun kembali mendominasi pembelian instrumen surat berharga negara, kali ini instrumen Sukuk Tabungan seri ST-002, yakni 44,61% atau 7.350 investor dari total investor yang melakukan pembelian di instrumen ini yang mencapai 16.447 investor.
Emanuel B. Caesario | 29 November 2018 08:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Investor milenial usia 18 – 38 tahun kembali mendominasi pembelian instrumen surat berharga negara, kali ini instrumen Sukuk Tabungan seri ST-002, yakni 44,61% atau 7.350 investor dari total investor yang melakukan pembelian di instrumen ini yang mencapai 16.447 investor.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah berhasil mendulang Rp4,94 triliun dari hasil pemasaran ST-002.

Jumlah investor yang terlibat dalam pembelian instrumen tersebut mencapai 16.447 investor, yang mana sebanyak 11.591 investor di antaranya merupakan investor baru yang belum pernah memesan instrumen Surat Berharga Negara lain melalui platform online (e-SBN) seperti SBR003 atau SBR004.

DJPPR mencatat mayoritas investor melakukan pembelian instrumen ini pada rentang Rp1 juta hingga Rp100 juta, yakni mencapai 59,55%. Secara rata-rata, nilai pemesanan instrumen ini per investor mencapai Rp300,13 juta.

Kendati investor milenial mendominasi dari sisi jumlah investor, tetapi dari sisi nilai pembelian masih didominasi oleh generasi baby boomers usia 54 – 72 tahun, yakni mencapai Rp2,25 triliun. Sementara itu, dari sisi profesi, jumlah investor terbanyak berasal dari kalangan pegawai swasta yakni 36,49%, tetapi nilai pembelian terbesar dari kalangan wiraswasta mencapai 35,03%.

Jumlah nominal pembelian ST-002 terbesar berdasarkan wilayah adalah wilayah DKI Jakarta yang mencapai Rp2,26 triliun (45,63%), sedangkan wilayah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta mencapai Rp2,20 triliun (44,56%), dan wilayah Indonesia Bagian Tengah mencapai Rp452,31 miliar (9,15%).

Selama tahun 2018, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 5 Instrumen SBN Ritel (ORI015, SBR003, SBR004, SR-010, ST-002) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp46,01 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Realisasi penerbitan ST-002 melalui sistem online pada tahun 2018 mencapai Rp4,95 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan penerbitan ST-001 pada tahun 2016 sebesar Rp2,59 triliun. Total pembelian ST-002 mengalami oversubscribe sekitar 2,9 kali dari target awal yang disampaikan oleh seluruh mitra distribusi sebesar Rp1,71 triliun.

Instrumen ini diterbikan dengan kupon floor sebesar 8,30%, berasal dari acuan BI 7 Days Repo Rate pada saat penetapan kupon yang sebesar 5,75% ditambah spread tetap 255 bps. Kupon instrumen ini akan disesuaikan setiap 3 bulan berdasarkan perubahan posisi BI 7 DRR.

Instrumen ini tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan tidak dapat dicairkan sebelum jatuh temponya pada 10 November 2020. Namun, setelah 1 tahun dari tanggal emisi, investor dapat melakukan penebusan dini maksimal 50% dari nilai investasinya.

Periode pengajuan early redemption ini yakni pada 28 Oktober 2019 pkl. 09.00 WIB – 5 November 2019 pkl. 14.00 WIB.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top