Golden Energy Mines (GEMS) Yakin Cetak Penjualan 25 Juta Ton

Emiten tambang yang tergabung dalam Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), optimistis membukukan penjualan batu bara sejumlah 24 juta—25 juta ton pada 2018. 
Hafiyyan | 25 November 2018 21:53 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten tambang yang tergabung dalam Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), optimistis membukukan penjualan batu bara sejumlah 24 juta—25 juta ton pada 2018. 

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin menyampaikan, sampai akhir 2018 perusahaan menargetkan produksi batu bara sejumlah 22 juta—23 juta ton, dan volume penjualan 24 juta—25 juta ton. Komposisi pasar ekspor dan domestik ialah 65%:35%.

“Kami proyeksi penjualan masih meningkat pada kuartal IV/2018 karena tingginya permintaan musiman saat akhir tahun,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (23/11/2018).

Menurutnya, perusahaan tidak mencanangkan target pendapatan 2018 karena akan bergantung terhadap harga batu bara di pasar. Namun, estimasi laba bersih pada tahun ini minimal sama dengan 2017 senilai US$117,72 juta.

Per September 2018, GEMS membukukan pendapatan US$767,06 juta, melonjak 67,36% year-on-year (yoy) dari sebelumnya US$458,32 juta. Laba bersih perusahaan dalam periode yang sama naik 26,05% yoy menuju US$96,46 juta dari posisi per September 2017 sebesar US$76,53 juta.

Pendapatan itu berasal dari penjualan batu bara sejumlah 17,05 juta ton, melampaui pencapaian setahun penuh 2017 sebesar 17 juta ton. Komposisi pasarnya ialah China 41%, Indonesia 35%, India 17%, dan negara lain seperti Dubai, Spanyol, Korea Selatan, serta Thailand 7%.

Dalam 9 bulan pertama 2018, volume produksi batu bara GEMS mencapai 15,99 juta ton, atau melampaui pencapaian 12 bulan pada tahun lalu sebesar 15,6 juta ton. Kontribusi produksi dari masing-masing konsesi ialah PT Borneo Indobara  (BIB) sejumlah 14,3 juta ton, PT Kuansing Inti Makmur (KIM)  1,64 juta ton.

Selanjutnya, PT Trisula Kencana Sakti (TKS) dan PT Barasentosa Lestari (BSL) masing-masing sebesar 0,02 juta ton. TKS memproduksi batu bara kalori tinggi 5.500 Kcal/kg. Adapun, BSL baru selesai diakuisisi GEMS pada penghujung Agustus 2018. 

Perusahaan memang mengandalkan tambang BIB untuk mengerek pendapatan. Pada kuartal III/2018, BIB sudah mendapatkan izin dari Kementerian ESDM untuk menambah level produksi tahun ini sebesar 3 juta ton menjadi 20 juta ton, dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebelumnya sejumlah 17 juta ton.

Sudin menuturkan, pada kuartal III/2018 perseroan mengalami tantangan akibat penurunan harga batu bara dibandingkan periode sebelumnya. Pada kuartal IV/2018, diharapkan harga dapat membaik terutama didorong oleh permintaan ekspor.

Tag : golden energy, kinerja emiten
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top