Multi Bintang Resmikan Fasilitas Biomassa di Jatim

PT Multi Bintang Indonesia Tbk. meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangagung, Mojokerto, Jawa Timur, untuk mendukung pemerintah mentransformasi industri nasional menjadi industri hijau.
Novita Sari Simamora | 09 November 2018 08:27 WIB
PT Multi Bintang Indonesia Tbk. sebagai produsen bir Bintang - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Bintang Indonesia Tbk. meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangagung, Mojokerto, Jawa Timur, untuk mendukung pemerintah mentransformasi industri nasional menjadi industri hijau.
 
“Peresmian fasilitas biomassa di brewery Sampangagung merupakan bukti bahwa selain bertanggung jawab menghasilkan produk-produk minuman berkualitas, Multi Bintang juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” kata President Commissioner Multi Bintang Cosmas Batubara dalam keterangan resmi, Kamis (8/11/2018).
 
Fasilitas biomassa ini akan menghasilkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan beralih ke EBT, emisi CO2 dari operasional brewery Sampangagung berkurang hingga 90% atau setara dengan 5.000 ton CO2.

Emiten minuman beralkohol bersandi saham MLBI itu melakukan kerja sama dengan PT Tasma Bio Energi, perusahaan penyedia fasilitas biomassa. Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini berasal dari gas alam (energi fosil), dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lainnya.
 
EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80% limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan juga 20% limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).
 
“Peresmian fasilitas biomassa ini merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan perusahaan yaitu penggunaan 100% energi panas hasil dari EBT pada 2023 untuk semua proses operasional kami," ujar Supply Chain Director Multi Bintang Chew Boon Hee.
 
Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian mengenai transformasi menyeluruh industri nasional menjadi industri hijau. UU tersebut mengamanatkan pelaku usaha untuk efisien dalam penggunaan bahan baku, energi dan air.

Dengan proses produksi yang efisien, pastinya akan meningkatkan keunggulan daya saing produk di pasaran.
 
Dia menerangkan limbah dari pengoperasian fasilitas biomassa ini nantinya juga dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung pertanian masyarakat sekitar. Sehingga, akan menciptakan fondasi awal dari sebuah pembentukan ekosistem circular economy untuk masyarakat sekitar.
 
Cosmas menambahkan fasilitas biomassa ini merupakan pertanggungjawaban perseroan terhadap lingkungan dan sosial. MLBI juga menargetkan untuk dapat mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasional perseroan pada 2020 .

Tag : multi bintang
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top