Reliance Sekuritas: IHSG Rawan Profit Taking, Cermati Saham Pilihan Ini

Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan akan bergerak terbatas pada akhir pekan ini dan cenderung dibayangi aksi profit taking dengan rentang perdagangan 5900-6000.
Fajar Sidik | 09 November 2018 06:22 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan akan bergerak terbatas pada akhir pekan ini dan cenderung dibayangi aksi profit taking dengan rentang perdagangan 5900-6000.

Lanjar Nafi menjelaskan ekuitas Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+1.82%), TOPIX (+1.74%), HangSeng (+0.31%) dan KOSPI (+0.67%) ditutup pada zona positif. Sedangkan Indeks Shanghai (-0.28%) tertekan meskipun data aktifitas perdagangan rilis berkontraksi dengan ekspektasi.

Neraca perdagangan surplus $34.01 Miliar dengan komposisi Export naik 20.1% di luar dugaan di tengah memanasnya tensi perdagangan global.

IHSG (+0.62%) menguat 36.92 poin kelevel 5976.81 dengan sektor Trading (+1.63%) dan Keuangan (+0.94%) memimpin penguatan. Saham BBRI (+2.37%) dan BMRI (+2.04%) menjadi kontributor utama penguatan Indeks. BBRI mencatatkan pendapatan dari transaksi perbankan ritel naik 45.3% YoY lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Benchmark obligasi 10 tahun naik dan yield obligasi turun 5.4 bps kelevel 8.05% seiring penguatan Rupiah sebesar 0.35% kelevel Rp14.539 per USD.

Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi. Indeks Eurostoxx (-0.06%), FTSE (+0.11%) dan DAX (-0.09%) dibuka diambang zona merah setelah sempat optimis diawal sesi perdagangan.

Ketidakpastian politik di AS berlanjut setelah pengunduran diri Jaksa Agung Jeff Sessions sehingga investor cenderung berhati-hati dalam keputusan The Fed dan mencari indikasi-indikasi pada laju pengetatan kebijakan di tahun depan.

Data aktifitas export german turun berkontraksi dengan ekspektasi sehingga memberikan tekanan defisit neraca perdagangan. Diakhir pekan Investor akan mencermati data inflasi di Tiongkok setelah melihat pertumbuhan aktifitas perdagangan yang masih pada zona ekspansi.

Secara teknikal pergerakan menguat IHSG membentuk pola northern star dengan indikasi mengancam penguatan lanjutan IHSG menuju phase distribusi menuju koreksi. Indikator Stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan momentum yang mulai tinggi pada indikator RSI.

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas diakhir pekan cenderung dibayangi aksi profit taking dengan support resistance 5900-6000.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, EXCL, HRUM, ERAA, INKP, MEDC, PNLF, TKIM.

(Disclaimer on)

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top