KURS TENGAH 7 NOVEMBER: Menguat 127 Poin, Rupiah Naik Paling Tajam di Asia

Kurs jual ditetapkan Rp14.838 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.690 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.
Aprianto Cahyo Nugroho | 07 November 2018 12:07 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (7/11/2018) di level Rp14.764 per dolar AS, menguat 127 poin atau 0,85% dari posisi Rp14.891 pada Selasa (6/11).

Kurs jual ditetapkan Rp14.838 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp15.690 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 98 poin atau 0,66% ke level Rp14.706 per dolar AS pada pukul 11.43 WIB.

Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka di zona hijau dengan penguatan 21 poin atau 0,14% di posisi Rp14.783 per dolar AS, setelah mampu menguat hingga 1,16% atau 173 poin ke level Rp14.804 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10).

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.695-Rp14.805 per dolar AS.

Rupiah menguat paling tajam di antara mata uang lainnya di Asia yang mayoritas juga menguat siang ini, disusul won Korea Selatan yang terapresiasi 0,39%.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,366 poin atau 0,38% ke level 95,951 pada pukul 11.40 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka terkoreksi 0,101 poin atau 0,1% di level 96,441, setelah pada perdagangan Selasa (6/10) berakhir menguat 0,28% atau 0,265 poin di posisi 96,542.

Dilansir Reuters, Partai Demokrat diperkirakan untuk memenangkan kendali Dewan Perwakilan AS, sedangkan Partai Republik tampaknya akan mempertahankan mayoritas mereka di Senat.

Adanya dua kubu yang terbagi di Kongres ini dapat merugikan dolar untuk sementara waktu. Sementara itu, kemenangan Partai Demokrat di satu atau kedua tempat kemungkinan dilihat sebagai penolakan Presiden Donald Trump dan kebijakan yang telah mendorong pertumbuhan perusahaan AS.

"Jika Kongres terbagi, dengan Demokrat yang mengendalikan DPR dan Republik di Senat, prospek stagnasi legislatif yang akan menyulitkan kebijakan seperti pemotongan kelas menengah yang diusulkan Presiden menjadi sentimen negatif untuk dolar AS," kata Kathy Lien, managing director valas di BK Asset Management, seperti dikutip Reuters..

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

7 November

14.764

6 November

14.891

5 November

14.972

2 November

15.089

1 November

15.195

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top