SUKUK TABUNGAN: Pemerintah Naikkan Target Penjualan ST-002 Jadi Rp2 Triliun

Kementerian Keuangan menaikkan target penjualan Sukuk Tabungan seri ST-002 dari Rp1 triliun menjadi Rp2 triliun seiring realisasi penjualan yang sudah menembus Rp1 triliun per Rabu (7/11/2018).
Emanuel B. Caesario | 07 November 2018 18:33 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Keuangan menaikkan target penjualan Sukuk Tabungan seri ST-002 dari Rp1 triliun menjadi Rp2 triliun seiring realisasi penjualan yang sudah menembus Rp1 triliun per Rabu (7/11/2018).

Berdasarkan data pemasaran ST-002 di laman Investree hingga Rabu (7/11/2018) pukul 18.00 WIB, nilai penjualan ST-002 sudah mencapai Rp1,05 triliun atau sudah melewati target awalnya Rp1 triliun.

Dengan dinaikannya target penjualan menjadi Rp2 triliun oleh pemerintah, realiasi penjualan tersebut kini setara 52,68%. Dengan demikian, masih tersisa kuota penjualan sebesar Rp946 miliar yang bisa dipasarkan oleh 11 mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah. Pemesanan dapat dilakukan dalam kelipatan Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar.

Adapun, pemasaran masih akan dilakukan hingga Kamis (22/11/2018) atau masih tersisa 14 hari lagi. Pemerintah menawarkan kupon sebesar 8,3% untuk instrumen ini dengan pajak atas kupon sebesar 15%.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah memang berharap pemasaran instrumen ini bisa melewati target Rp1 triliun yang sejak awal dipatok pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah melakukan upaya ekstra untuk memasarkan instrumen ini.

Selain menggunakan trobosan pemasaran secara online seperti pada instrumen Saving Bond Retail seri SBR003 dan SBR004 tahun ini, pemerintah juga melibatkan sejumlah influencer media sosial untuk memperkenalkan instrumen ini di kalangan milenial.

Sri mengatakan, kalangan milenial memang sasaran utama pemerintah sehingga besaran minimal pemesanan juga diturunkan hingga hanya Rp1 juta agar lebih terjangkau oleh anak muda yang baru merintis karier.

Instrumen ini merupakan surat berharga negara ritel kelima yang diterbitkan pemerintah tahun ini, setelah Sukuk Ritel, SBR003, SBR004, dan ORI015. Sepanjang tahun ini, minat investor milenial yang menyerap instrumen-instrumen tersebut tergolong tinggi.

Sri mengatakan, pemerintah ingin menjaring lebih banyak investor ritel domestik, terutama dari kalangan muda, untuk menjamin dalamnya pasar surat utang domestik dalam jangka panjang.

“Sekarang penetrasi investor base kita adalah dengan generasi milenial. Mereka gunakan gadjet, maka kita ajak fintech untuk menjual ST002 ini. Harusnya kita bisa jangkau jauh lebih luas dan jumlah orang yang bisa dimobilisasi lebih besar,” katanya saat peluncuran ST002 pekan lalu.

 

Tag : Obligasi, obligasi ritel indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top