REKOMENDASI OBLIGASI: Dipengaruhi Sejumlah Sentimen, Berikut Proyeksi SUN Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan bervariasi dengan kecenderungan menurun.
Emanuel B. Caesario | 05 November 2018 10:18 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini harga Surat Utang Negara atau SUN di pasar sekunder akan bervariasi dengan kecenderungan menurun.

Dhian Karyantono, Analisis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas, mengatakan bahwa hal tersebut didorong oleh beberapa sentimen negatif bagi harga SUN baik dari  global maupun domestik.

Sentimen global dipicu oleh kenaikan yield US Treasury khususnya tenor 10 tahun ke level 3,21% (sebelumnya di level 3,13%) dan indeks dolar AS ke level sekitar 96,54 poin (sebelumnya di kisaran 96,2 8 poin) pasca terus membaiknya sektor tenaga kerja AS. 

Berdasarkan kondisi terkini, rilis data penyerapan tenaga kerja AS non pertanian (berdasarkan indikator non-farm payroll) per Oktober 2018 naik ke level 250 ribu tenaga kerja  dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 118 ribu tenaga kerja dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 190 ribu pekerja. 

Selain itu, upah tenaga kerja AS (berdasarkan indikator upah rata-rata per jam/average hourly earnings) per Oktober 2018 naik sebesar 3,1% (YoY) atau level tertinggi sejak tahun 2009. 

Di sisi lain, tensi perang dagang terutama antara AS dengan China juga belum mereda setelah Trump berencana untuk mengenakan tarif impor sebesar 10% terhadap produk impor China senilai US$200 miliar.  

Sementara itu, sentimen negatif dari domestik, didorong oleh proyeksi melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia per kuartal III/2018 di mana berdasarkan konsensus Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat ke level 5,18% (yoy) dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27% (yoy). 

"Adanya lelang SUN esok hari juga diperkirakan menurunkan probabilitas kenaikan harga SUN di pasar sekunder pada hari ini," katanya dalam riset harian, Senin (5/11/2018).

Dhian menyarankan, untuk aksi short-term trading, didasarkan oleh proyeksi turunnya harga SUN hari ini investor bisa melakukan pembelian secara bertahap untuk beberapa seri yang tergolong likuid seperti FR0063 dan FR0064. 

"Sementara untuk beberapa seri lainnya seperti FR0077 dan FR0075, investor bisa melakukan pembelian secara bertahap baik di pasar primer maupun sekunder pada esok hari ketika momen lelang SUN," katanya.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 90,40 (8,21%) - 90,80 (8,09%)
FR0064 (15 Mei 2028): 85,10 (8,43%) - 85,60 (8,35%)
FR0065 (15 Mei 2033): 83,80 (8,60%) - 84,50 (8,50%)
FR0075 (15 Mei 2038): 87,50 (8,86%) - 88,25 (8,77%)

Nilai tukar tupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak di rentang Rp14.935 – Rp15.005 dengan kecenderungan melemah (depresiasi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top