Kiwoom Sekuritas: Pasar Obligasi Ditopang Sejumlah Sentimen Positif

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi terus terangkat pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/11/2018) karena didorong oleh berbagai sentimen positif.
Emanuel B. Caesario | 02 November 2018 09:45 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi terus terangkat pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/11/2018) karena didorong oleh berbagai sentimen positif. 

Maximilianus Nico Demus Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan bahwa sentimen positif tersebut terutama dari adanya peluang perdamaian antara Amerika dan China, sehingga ada potensi bea masuk yang selama ini dikenakan akan dicabut.  "Angin segar ini akan menjadi kunci pergerakan pasar dalam bulan ini," katanya dalam riset harian, Jumat (2/11/2018).

Nico mengatakan, inflasi Zona Eropa yang mulai naik, memberikan keyakinan kepada Bank Sentral Eropa untuk melakukan kenaikkan tingkat suku bunga pada tahun depan. 

Hal positif ini yang membuat para pelaku pasar dan investor mulai kembali membuka diri untuk berinvestasi di emerging market, meskipun mereka akan melakukan secara bertahap karena masih adanya ketidakpastian disana. 

Rupiah yang menguat secara signifikan, diharapkan dapat bertahan cukup lama, agar dapat menjadi bekal pada saat lelang yang diadakan pada Selasa depan nanti.  "Kami merekomendasikan beli hari ini dengan strategi jangka pendek, dengan volume kecil," katanya.

Kemarin, total transaksi dan frekuensi naik drastis di tengah penguatan harga obligasi kemarin. Bagaikan obat kuat, pasar obligasi didorong oleh penguatan rupiah yang menguat secara signifikan. 

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 3 – 5 tahun, diikuti dengan < 1 tahun dan 1 – 3 tahun, sisanya merata terbagi di semua durasi hingga 20 tahun. 

Pasar obligasi akhirnya bergerak menguat setelah sebelumnya terombang ambing di antara penguatan dan pelemahan. "Ini akan menjadi bekal yang baik untuk hari ini," kata Nico.

Di pasar global, imbal hasil obligasi Zona Amerika ditutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Peru (5.87%, +0.0). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Brazil (10.09%, -9.0). 

Imbal hasil wilayah Zona Eropa ditutup bervariasi, didominasi oleh kenaikkan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Spanyol (1.56%, +2.1). Penurunan imbal hasil terbesar ada di Italia (3.375%, -4.8). 

Imbal hasil Asia Pasifik di tutup bervariasi, didominasi oleh penurunan imbal hasil. Kenaikkan imbal hasil terbesar ada di Korea Selatan (2.22%, +0.6) Penurunan imbal hasil terbesar ada di Indonesia (8.40%, -5.9). 

Imbal hasil Obligasi Indonesia 10 tahun ditutup turun di 8.48% dibandingkan hari sebelumnya di 8.54%. Minyak Texas di tutup turun di harga 63.69 dibandingkan hari sebelumnya 65.31. Rupiah di tutup menguat di 15,128 dibandingkan hari sebelumnya di 15,223.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top