IHSG Tergelincir Pada Akhir Sesi I, Rupiah Tetap Perkasa

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (2/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 02 November 2018 13:29 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/10/2018)./JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan Jumat (2/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,10% atau 5,72 poin ke level 5.830,20 pada akhir sesi I. Jumat pagi Indeks sempat menguat hingga level 5.879 setelah dibuka dengan penguatan 0,64% atau 37,09 poin di posisi 5.873,01. 

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level 5.827,15 – 5.879,58.

Adapun pada perdagangan Kamis (1/11), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan kenaikan tipis 0,07% atau 4,27 poin di posisi 5.835,92, yang merupakan kenaikan hari ketiga.

Empat dari sembilan sektor tertekan di zona merah, dipimpin sektor infrastruktur dan konsumer yang masing-masing melemah 0,80% dan 0,49% pada akhir sesi I.

Di sisi lain, sektor aneka industri dan properti yang masing-masing menguat 0,73% dan 0,49% memimpin kenaikan di antara lima sektor sekaligus membatasi penurunan IHSG.

Sebanyak 176 saham menguat, 176 saham melemah, dan 260 saham stagnan dari 612 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Jumat siang.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang masing-masing turun 1,64% dan 11,09% menjadi penekan utama terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Indeks saham lainnya di Asia cenderung menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura dan indeks SE Thailand yang masing-masing menguat 1,21% dan 0,98% pada pukul 12.22 WIB.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 1,66% dan 2,50%, indeks Kospi Korea Selatan menanjak 3,24%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing menguat 1,89% dan 2,67%.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah terus menunjukkan keperkasaannya untuk hari ketiga berturut-turut terhadap dolar AS. Mata uang Garuda terpantau lanjut menguat 80 poin atau 0,53% ke level Rp15.048 per dolar AS pada pukul 12.47 WIB.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan penguatan 40 poin atau 0,26% di level Rp15.088 per dolar AS, setelah berakhir menguat 75 poin atau 0,49% di Rp15.128 pada Kamis (1/11).

Di sisi lain, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau naik hanya 0,018 poin atau 0,02% ke level 96,295 pada pukul 12.38 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,030 poin atau 0,03% di level 96,307, setelah pada perdagangan Kamis (1/11) berakhir melemah 0,88% atau 0,850 poin di posisi 96,277.

Dilansir Bloomberg, penguatan rupiah untuk hari ketiga didukung pelemahan dolar AS dan aksi beli investor asing terhadap saham di Indonesia.

Investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp1,17 triliun pada perdagangan Kamis (1/11) yang sekaligus menjadi reli net buy hari keenam berturut-turut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top