Data Inflasi Dirilis, IHSG Naik Tipis pada Akhir Sesi I

Penguatan sektor finansial berhasil menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan pergerakannya di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018).
Renat Sofie Andriani | 01 November 2018 13:01 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan sektor finansial berhasil menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan pergerakannya di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (1/11/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,02% atau 1,11 poin ke level 5.832,76 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,40% atau 23,57 poin di posisi 5.855,22.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.827,29 – 5.883,22. Adapun pada perdagangan Rabu (31/10), IHSG mengakhiri pergerakannya dengan penguatan 0,74% atau 42,55 poin di posisi 5.831,65, kenaikan pada hari kedua,

Empat dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor finansial yang naik 0,74%. Adapun sektor industri dasar dan pertanian yang masing-masing turun 1,51% dan 0,93% memimpin koreksi di antara lima sektor lainnya.

Sebanyak 194 saham menguat, 170 saham melemah, dan 248 saham stagnan dari 612 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 3,28% dan 1,27% menjadi pendorong utama terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi I.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Oktober 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28%. 

Adapun, inflasi tahunan dan tahun kalendernya mencapai masing-masing 3,16% dan 2,22%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan inflasi sebesar 0,28% didorong oleh kenaikan harga cabai merah, bensin dan tarif sewa rumah.

Jika dilihat secara tahunan, inflasi sebesar 3,16% dinilai masih cukup terkendali atau di bawah target yang ditetapkan pemerintah 2,5-4,5% pada tahun ini.

"Masih ada dua bulan lagi kami harapkan harga pangan dan lain tetap stabil sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top