IHSG Mantapkan Kenaikan Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018), meskipun sepanjang pagi bergerak fluktuatif.
Renat Sofie Andriani | 30 Oktober 2018 13:31 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (30/10/2018), meskipun sepanjang pagi bergerak fluktuatif.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,49% atau 28,21 poin ke level 5.782,81 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan rebound tipis 0,01% atau 0,41 poin di level 5.755,02.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.733,24 – 5.788,25.

Sektor aneka industri (+1,71%) dan infrastruktur (+1,49%) memimpin kenaikan di antara empat dari sembilan sektor pada akhir sesi I.

Di sisi lain, sektor konsumer yang melemah 0,93% menetap di zona merah bersama empat sektor lainnya sekaligus membatasi penguatan IHSG.

Sebanyak 144 saham menguat, 209 saham melemah, dan 258 saham stagnan dari 611 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas bergerak menguat siang ini, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (+0,56%) dan indeks SE Thailand (+0,42%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menanjak 1,61% dan 1,79%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,47% pada pukul 12.21 WIB.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,30%. Adapun indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing menguat 1,30% dan 1,70%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia mampu bergerak ke posisi lebih tinggi pada perdagangan siang ini, seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar sehubungan dengan tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Sejumlah indeks saham acuan di kawasan Asia, termasuk di China, bergerak naik setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News atas apa yang dibayangkannya mengenai tercapainya kesepakatan dagang, meskipun juga berpikir pemerintah China belum siap untuk itu.

Pemberitaan tentang hal ini serta merta membantu mengubah sentimen sebelumnya. Trump juga dikabarkan melihat kesepakatan dengan Brasil, yang telah memilih veteran tentara sayap kanan sebagai Presiden berikutnya.

Sebelumnya, bursa saham global terbebani kabar bahwa pemerintah AS sedang bersiap untuk mengumumkan tarif terhadap semua sisa impor China pada awal Desember, jika pembicaraan antara presiden Donald Trump dan Xi Jinping yang direncanakan berlangsung bulan depan tidak berjalan mulus.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top