Dolar AS Bergerak di Kisaran Level Tertinggi dalam 10 Pekan Terakhir

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak lebih kuat pada perdagangan Senin (29/10/2018) pagi, menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi AS dan saat sentimen risiko global tetap terlihat rentan.
Renat Sofie Andriani | 29 Oktober 2018 11:38 WIB
Karyawan memegang mata uang dolar AS di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Kamis (8/11/2017). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak lebih kuat pada perdagangan Senin (29/10/2018) pagi, menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi AS dan saat sentimen risiko global tetap terlihat rentan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia menanjak 0,09% atau 0,088 poin ke level 96,447 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,082 poin atau 0,09% di level 96,441, setelah pada perdagangan Jumat (26/10) berakhir melemah 0,33% atau 0,320 poin di posisi 96,359.

Dilansir Reuters, indeks dolar naik hingga mencapai level 96,860, level terbaiknya sejak 15 Agustus pada Jumat (26/10), setelah data menunjukkan ekonomi AS melambat lebih kecil dari yang diperkirakan pada kuartal III/2018 sebelum kemudian berbalik turun 0,3% lebih rendah pada hari itu.

Greenback menemukan dukungannya baru-baru ini dari aksi beli terhadap aset safe haven saat permintaan investor untuk aset berisiko menyusut akibat penurunan tajam di pasar ekuitas dunia seiring dengan kekhawatiran seputar kinerja keuangan korporasi, ketidakpastian geopolitik, dan pertumbuhan global.

“Perkembangan di pasar ekuitas AS adalah fokus utama di pasar valuta asing,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China serta laju kenaikan suku bunga yang stabil oleh Federal Reserve telah mendorong dolar AS yang berfungsi sebagai safe haven di tengah gejolak dan tekanan ekonomi.

Perekonomian AS yang relatif kuat juga telah menopang dolar AS, meskipun lesunya sejumlah laporan kinerja keuangan perusahaan telah mulai menimbulkan keraguan tentang prospek pertumbuhan terutama di dalam lingkungan meningkatnya biaya pinjaman.

Turut mengangkat kenaikan dolar AS, nilai tukar euro terpantau tergelincir turun 0,06% ke US$1,1396 setelah berakhir menguat 0,25% di US$1,1403 pada perdagangan Jumat (26/10).

Mata uang euro telah turun sekitar 1,8% bulan ini karena adanya kekhawatiran mengenai anggaran Italia yang akan melanggar peraturan fiskal Uni Eropa (UE). Imbal hasil obligasi Italia telah melonjak sejak September 2018 karena UE tidak menyetujui rencana anggaran Pemerintah Italia.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

29/10/2018

Pk. 10.35 WIB

96,447

(+0,09%)

26/10/2018

96,359

(-0,33%)

25/10/2018

96,679

(+0,25%)

24/10/2018

96,434

(+0,49%)

23/10/2018

95,961

(-0,05%)

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top