Sentimen Bearish, IHSG Melemah Pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (29/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 29 Oktober 2018 13:10 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menetap di zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (29/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG turun 0,25% atau 14,59 poin ke level 5.770,33 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,07% atau 4 poin di level 5.788,92. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif pada level 5.770,33 – 5.814,68.

Adapun pada perdagangan Jumat (26/10), IHSG ditutup menguat 0,52% atau 29,96 poin di posisi 5.784,92, penguatan pada hari kedua berturut-turut, bahkan saat aksi jual menekan pasar saham global.

Sektor tambang (-1,32%), industri dasar (-0,80%), dan finansial (-0,62%) memimpin koreksi di antara enam dari sembilan sektor pada akhir sesi I. Di sisi lain, sektor aneka industri yang menanjak 1,87% mampu menetap di zona hijau bersama infrastruktur dan konsumer.

Sebanyak 151 saham menguat, 199 saham melemah, dan 260 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Sementara itu, indeks saham lain di Asia bergerak variatif siang ini, di antaranya indeks FTSE Malay KLCI (+0,02%), indeks SE Thailand (+0,95%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,63%), dan indeks PSEi Filipina (+0,17%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,14% dan 0,29%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,31% pada pukul 12.18 WIB.

Meski demikian, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,24%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 1,49% dan 2,31%.

“Saya masih berpikir ada ruang untuk sedikit penurunan karena saya melihat ini sebagian besar karena pergeseran struktural pada pasar,” ujar Kyle Rodda, analis pasar di IG Group di Melbourne kepada Bloomberg Television.

“Sentimen keseluruhan masih menuju arah penurunan, masih cukup bearish dan untuk sementara masih akan ada koreksi.”

Sementara itu, menurut Evan Lie Hadiwidjaja, kepala riset di Sinarmas Sekuritas, kinerja pasar ekuitas Indonesia yang unggul terhadap indeks saham di kawasan regional mungkin tidak berkelanjutan mengingat sentimen pasar global yang bearish dan kecenderungan arus keluar dari aset berisiko.

“Volatilitas mungkin bertahan untuk beberapa waktu akibat berbagai faktor global seperti risiko geopolitik,” ujar Evan, seperti dikutip Bloomberg.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 13 poin atau 0,09% ke level Rp15.230 per dolar AS.

Mata uang Garuda sempat rebound saat dibuka terapresiasi tipis 4 poin atau 0,03% di level Rp15.213 per dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level Rp15.212-15.230 per dolar AS.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top