Wall Street Tambah Anjlok di Tengah Keresahan Pasar

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) tambah anjlok pada perdagangan Rabu (24/10/2018), setelah proyeksi mengecewakan dari produsen cip dan lesunya data penjualan rumah mendorong keresahan pasar tentang pertumbuhan ekonomi dan laba.
Renat Sofie Andriani | 25 Oktober 2018 06:34 WIB
Bursa AS

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) tambah anjlok pada perdagangan Rabu (24/10/2018), setelah proyeksi mengecewakan dari produsen cip dan lesunya data penjualan rumah mendorong keresahan pasar tentang pertumbuhan ekonomi dan laba.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir anjlok 2,41% atau 608,01 poin di level 24.583,42, indeks S&P 500 terkulai 3,09% atau 84,59 poin di 2.656,1, dan indeks Nasdaq Composite ditutup terjerembap 4,43% atau 329,14 poin di level 7.108,40.

Nasdaq ditutup turun 12,4% dari rekor level penutupan tertingginya pada 29 Agustus sekaligus membukukan persentase penurunan harian terbesar sejak 18 Agustus 2011.

Produsen chip Texas Instruments dan STMicroelectronics memperingatkan adanya perlambatan permintaan, mengikuti perkiraan mengecewakan dari Caterpillar dan 3M pada Selasa (23/10).

“Perkiraan itu memberi investor alasan lebih lanjut untuk berhenti dan membantu mendorong momentum penjualan,” kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, seperti dikutip Reuters.

Hampir sepanjang bulan ini, bursa saham telah tertekan berbagai kekhawatiran, mulai dari meningkatnya biaya pinjaman dan imbal hasil obligasi hingga anggaran Italia dan pemilihan kongres AS yang akan digelar dalam waktu kurang dari dua pekan.

Pada hari Rabu, data menunjukkan penjualan rumah di AS turun ke level terendah dalam dua tahun pada bulan September. Ini menjadi tanda terbaru bahwa kenaikan suku bunga hipotek dan harga yang lebih tinggi membebani permintaan untuk perumahan.

Menambah sentimen yang lebih lemah pada akhir perdagangan adalah laporan Federal Reserve tentang ekonomi bahwa pabrik-pabrik di AS telah menaikkan harga karena tarif.

Indeks Volatilitas Cboe melonjak 4,52 poin dan ditutup di 25,23, level penutupan tertinggi sejak 12 Februari. Indeks S&P 500 pun melemah pada hari keenam berturut-turut.

“Kelihatannya lebih karena kepanikan dan kekhawatiran karena penjualan terus bergulir,” kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer untuk Independent Advisor Alliance yang bermarkas di Charlotte, North Carolina.

Texas Instruments turun 8,2%, membantu menarik indeks Semiconductor Philadelphia turun 6,6% dalam persentase penurunan harian terbesar sejak Oktober 2014. Saham Intel, yang dijadwalkan akan merilis laporan labanya pekan ini, turun 4,7%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top