Bursa China Rebound, Bursa Tokyo Terdongkrak

Bursa saham Jepang berhasil mengakhiri pergerakannya di posisi yang lebih tinggi pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018), didorong sedikit kenaikan di bursa saham China.
Renat Sofie Andriani | 24 Oktober 2018 15:20 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berhasil mengakhiri pergerakannya di posisi yang lebih tinggi pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (24/10/2018), didorong sedikit kenaikan di bursa saham China.

Indeks Topix berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,08% atau 1,35 poin di level 1.652,07. Padahal, Topix sempat terpelanting ke level lebih rendah setelah mampu rebound saat dibuka naik 0,64% atau 20,57 poin di level 1.661,29 pagi tadi.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.097 saham pada indeks Topix, 1.277  saham di antaranya menguat, 724 saham melemah, dan 96 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan KDDI Corp. yang masing-masing naik 0,52% dan 1,65% menjadi pendorong utama atas kenaikan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,37% atau 80,40 poin di level 22.091,18, setelah sempat bergerak fluktuatif.  Pagi tadi, Nikkei rebound dengan dibuka naik 0,71% atau 156,98 poin di posisi 22.167,76.

Sebanyak 118 saham menguat, 103 saham melemah, dan 4 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. (+2,20%), FamilyMart UNY Holdings Co. Ltd. (+5,45%), dan KDDI Corp. (+1,65%) menopang pergerakan indeks Nikkei 225 hari ini.

Baik Topix dan Nikkei rebound dari pelemahannya masing-masing sebesar lebih dari 2% pada perdagangan Selasa (23/10).

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China rebound dan berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,33% atau 8,47 poin di level 2.603,29. Rebound indeks Shanghai diikuti indeks CSI 300 di Shenzhen yang ditutup naik 0,15% atau 4,78 poin di level 3.188,20.

Padahal, pada perdagangan Selasa (23/10), dua indeks saham utama di Negeri Panda tersebut anjlok lebih dari 2% dan menyeret turun mayoritas indeks saham di kawasan Asia, termasuk bursa Jepang.

Rebound bursa saham China didukung laporan bahwa pemerintah Tiongkok berkomitmen atas langkah-langkah stimulus untuk membendung aksi jual pada pasar ekuitas.

Sejumlah perusahaan ritel, termasuk Fast Retailing Co., memberi kontribusi terbesar pada bursa saham Jepang. Di sisi lain, perusahaan energi tergelincir menyusul anjloknya harga minyak mentah setelah Arab Saudi berjanji untuk memenuhi setiap kekurangan suplai.

“Sulit bagi investor untuk membeli secara aktif menjelang rilis laporan keuangan perusahaan, sementara kita memiliki beberapa isu seperti gesekan perdagangan AS-China yang memacu ketidakpastian,” ujar Makoto Hattori, seorang pejabat eksekutif di Marusan Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

Turut menopang bursa saham Jepang pada akhir perdagangan, nilai tukar yen tergelincir dari apresiasinya dan terdepresiasi 0,01 poin atau 0,01% ke level 112,46 yen per dolar AS pada pukul 14.36 WIB, setelah berakhir menguat 0,33% di posisi 112,45 pada Selasa (23/10).

Tag : bursa china, bursa jepang
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top