Pelonggaran LTV Belum Dorong Saham PWON

Katalis positif dari kinerja keuangan PT Pakuwon Jati Tbk. dan kebijakan pelonggaran loan to value serta financing to value yang dilakukan oleh Bank Indonesia belum begitu memberikan dampak bagi kinerja saham berkode PWON ini.
Purnama Syukri Hadi | 24 Oktober 2018 18:43 WIB
Kota Kasablanka Mall - pakuwonjati.com

Bisnis.com, JAKARTA—Katalis positif dari kinerja keuangan PT Pakuwon Jati Tbk. dan kebijakan pelonggaran loan to value serta financing to value yang dilakukan oleh Bank Indonesia belum begitu memberikan dampak bagi kinerja saham berkode PWON ini.

Sore ini, harga saham PWON ditutup melemah 4 poin dari hari kemarin menuju Rp484. Namun selama sepekan terakhir, PWON tercatat menguat 2,1% meskipun secara year-to-date masih menunjukkan performa negatif dengan koreksi 29,34% .

Penurunan tersebut didukung oleh indeks sektor konstruksi, properti dan realestat yang juga ditutup merosot 17,64% (ytd) ke level Rp408,07.

Seperti diketahui pada awal Agustus ini, bank sentral telah melonggarkan rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti. Selain itu, Bi juga melakukan pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden dan juga penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit atau pembiayaan.

Secara umum kinerja keuangan PWON semester I/2018 mencatatkan kenaikan pendapatan 14,44% year-on-year (yoy) menjadi Rp3,37 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp2,95 triliun.

Pendapatan dari segmen sewa dan jasa pemeliharaan menopang 33,33% dari total pendapatan dengan capaian Rp1,13 triliun per Juni 2018. Kemudian segmen penjualan tanah dan bangunan yang berkontribusi 17,57% terhadap pendapatan meroket lebih dari 100% (yoy) sepanjang semester I/2018 menuju Rp593 miliar dari periode yang sama pada 2017 hanya sebesar Rp283 miliar.

Adapun dari segmen penjualan kondominium dan kantor yang menyokong pendapatan sebesar 33,27% justru turun 11,85% (yoy) menjadi Rp1,12 triliun. Seiring kenaikan pendapatan di semester I/2018, laba bersih PWON juga tercatat tumbuh 25,44% (yoy) menjadi Rp1,13 triliun dari sebelumnya Rp9 miliar.

Sampai dengan akhir tahun 2018, PWON meyakini kinerja keuangan masih bisa tumbuh positif. Kondisi ini didukung oleh segmen recurring income dan banyaknya proyek di Surabaya. Recurring income perusahaan ditopang oleh properti investasi baru seperti Pakuwon Mall Fase dua sampai empat, Gedung Kantor Kota Kasablanka, Kantor Kota Tunjungan, Hotel Westin dan Four Point.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2018, total tanah dan bangunan yang sedang dikembangkan oleh perusahaan senilai Rp3,52 triliun. Hingga September 2018, perusahaan telah mengeksekusi belanja modal untuk akuisisi lahan sebesar Rp390 miliar. Untuk 2019, perusahaan masih akan menyelesaikan beberapa proyek terutama di lokasi baru salah satunya di Bekasi.

Harga saham PWON relatif lebih murah dengan foward P/E ratio sebesar 9,8 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun dengan nilai forward P/E ratio sebesar 11,7 kali) sepanjang 2018.

Sisi teknikal menunjukkan harga saham PWON masih berada di momentum negatif yang tercermin dari indikator MACD. Harga saham pun ditutup di bawah MA 200 dan indikator Relative Strength Index (RSI) berada di area netral dengan angka 48,65.

Sumber: Bloomberg

*) Dyah Ayu Kartika, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, pakuwon jati
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top