Kisruh Isu Global Kembali Bebani Bursa Asia

Bursa saham Asia bergerak ke posisi lebih rendah pada perdagangan pagi ini, Selasa (23/10/2018), saat sejumlah isu negatif mulai dari isolasi diplomatik Arab Saudi hingga kekhawatiran seputar anggaran Italia dan diskusi Brexit menekan sentimen pasar.
Renat Sofie Andriani | 23 Oktober 2018 09:25 WIB
Bursa Asia - Web

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia bergerak ke posisi lebih rendah pada perdagangan pagi ini, Selasa (23/10/2018), saat sejumlah isu negatif mulai dari isolasi diplomatik Arab Saudi hingga kekhawatiran seputar anggaran Italia dan diskusi Brexit menekan sentimen pasar.

Turut membebani bursa Asia, indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir turun 0,43% di tengah kehati-hatian investor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan pekan ini saat pertumbuhan global terlihat mengkhawatirkan.

Kesemuanya itu mengurangi sebagian penguatan yang berhasil dibukukan pada sesi perdagangan sebelumnya ditopang harapan stimulus di China. Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, pagi ini turun 0,4%, sedangkan indeks Nikkei Jepang melorot 1,25%.

“Singkatnya, dunia tampaknya sedang mengalami pergolakan,” kata Akira Takei, pengelola dana obligasi di Asset Management One, seperti dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (22/10) bahwa ia masih belum puas dengan penjelasan yang ia dengar dari pemerintah Arab Saudi tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam gedung konsulatnya di Turki.

Trump sendiri telah menunjukkan keengganannya untuk memberikan sanksi ekonomi kepada Saudi. Meskipun Arab Saudi telah berupaya untuk melindungi Pangeran Mohammed bin Salman dari kasus ini, banyak pejabat pemerintah meragukan narasi yang disodorkan.

Sejumlah negara, termasuk Jerman, Inggris, Prancis, dan Turki, telah menekan Arab Saudi untuk memaparkan semua fakta. Presiden Turki Tayyip Erdogan sendiri menyatakan akan merilis informasi tentang penyelidikan kasus ini dalam sebuah pidato pada hari ini waktu setempat.

Setiap tanda ketidakstabilan dalam kerajaan Saudi, produsen minyak utama sekaligus investor besar dalam pasar keuangan, bisa memberi dampak yang luas.

Sementara itu di Eropa, Komisi Eropa akan memutuskan pada Selasa langkah-langkah selanjutnya dalam prosedur untuk menilai rancangan anggaran 2019 Italia. Meskipun harga obligasi Italia naik setelah Moody's tidak menyematkan prospek negatif, kekhawatiran investor tetap teraba di pasar saham Eropa.

Adapun di Inggris, nilai tukar pound sterling merayap di kisaran level terendahnya bulan ini di tengah kekhawatiran bahwa masalah perbatasan Irlandia dan perselisihan dalam partai Konservatif Inggris mengenai Brexit dapat menyebabkan Perdana Menteri Theresa May menghadapi tantangan kepemimpinan yang serius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top