Sempat Tergelincir, Harga Karet Naik Lebih dari 1%

Harga karet berhasil melanjutkan penguatannya bahkan naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 22 Oktober 2018 16:27 WIB
Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil melanjutkan penguatannya bahkan naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018).

Harga karet untuk kontrak teraktif Maret 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 1,50% atau 2,50 poin di 169,30 yen per kg.

Padahal, harga bahan utama pembuatan ban ini sempat tergelincir ke zona merah saat dibuka dengan koreksi 0,12% di level 166,60. Adapun pada perdagangan Jumat (19/10), harga karet berakhir rebound dengan penguatan 0,60% atau 1 poin di 166,80 yen per kg.

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 hari ini juga berakhir menguat 0,67% atau 80 poin di posisi 12.095 yuan per ton.

Dilansir Bloomberg, penguatan harga karet sejalan dengan lonjakan yang dialami bursa saham China setelah sejumlah pejabat tinggi bergerak untuk menopang ekonomi serta menawarkan dukungan untuk sektor swasta.

“Kontrak berjangka [karet] memiliki ruang lebih banyak  untuk meningkat pekan ini,” ujar Gu Jiong, analis perusahaan broker Yutaka Shoji, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks Shanghai Composite China hari ini berakhir melonjak 4,09% atau 104,41 poin di level 2.654,88. Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham blue chip ditutup melonjak 4,32% atau 135,33 poin di level 3.270,27.

Yang Hai, seorang analis di Kaiyuan Securities di Xi'an, mengatakan pernyataan dukungan memberi fondasi untuk rebound setelah kemerosotan yang disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk perang perdagangan China-AS dan penyesuaian ekonomi domestik.

Turut mendorong harga karet, nilai tukar yen terpantau lanjut melemah 0,17 poin atau 0,15% ke level 112,70 yen per dolar AS pada pukul 15.07 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,33 poin atau 0,29% di posisi 112,53 pada Jumat (19/10).

Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi meningkat.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Maret 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

22/10/2018

169,30

+1,50%

19/10/2018

166,80

+0,60%

18/10/2018

165,80

-2,41%

17/10/2018

169,90

+0,47%

16/10/2018

169,10

+0,18%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga karet
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top