Bursa China Angkat Sentimen di Asia, IHSG Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan mengakhiri pergerakannya di wilayah positif pada perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 22 Oktober 2018 17:39 WIB
Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan mengakhiri pergerakannya di wilayah positif pada perdagangan hari ini, Senin (22/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berakhir naik tipis 0,05% atau 3,14 poin di level 5.840,43, setelah berakhir turun 0,14% atau 7,95 poin di posisi 5.837,29 pada perdagangan Jumat (19/10). 

Padahal, indeks sempat tergelincir ke level 5.827 setelah rebound ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,07% atau 4,13 poin di level 5.841,42 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.827,63-5.869,65.

Sektor infrastruktur dan properti yang masing-masing berakhir naik 1,69% dan 0,47% memimpin kenaikan di antara empat sektor mendorong pergerakan positif IHSG.

Namun lima sektor lainnya berakhir terkapar di zona merah, dipimpin sektor perdagangan yang melemah 0,57%, sekaligus membatasi kenaikan yang dibukukan indeks.

Dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 184 saham menguat, 205 saham melemah, dan 221 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 1,88% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG, diikuti saham BBRI (+0,99%), GGRM (+1,98%), dan HMSP (+0,53%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 rebound dan ditutup menguat 0,20% atau 1,01 poin di level 510,29, setelah berakhir turun 0,31% atau 1,58 poin di level 509,75 pada Jumat (19/10).

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas terpantau ikut menghijau sore ini, di antaranya indeks indeks FTSE Straits Time Singapura dan indeks PSEi Filipina yang masing-masing naik 0,51% dan 1,18%.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup dengan kenaikan 0,15% dan 0,37%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,25%.

Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing berakhir melonjak lebih dari 4%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 2,32%.

Dilansir Bloomberg, bursa saham Jepang mencatat kenaikan terbesar sejak Maret 2016 setelah sejumlah pejabat tinggi bergerak untuk menopang ekonomi serta menawarkan dukungan untuk sektor swasta.

Pada akhir pekan, Presiden Xi Jinping menjanjikan dukungan untuk perusahaan-perusahaan non BUMN, otoritas bursa saham China berkomitmen untuk membantu mengelola risiko, sedangkan pemerintah merilis rencana untuk memangkas pajak penghasilan individu.

Sebelumnya, sejumlah pejabat keuangan negeri Panda dalam sebuah langkah terkoordinasi untuk menggalang kepercayaan investor di tengah kemerosotan pasar.

“Rebound ini sangat menghibur. Pernyataan dan kebijakan yang dilancarkan sejak Jumat dilihat sebagai dosis yang cukup untuk saat ini. Tapi masih ada harapan bahwa pihak otoritas tidak akan berhenti di sini karena data ekonomi masih belum terlihat optimistis,” ujar Weining Chen, seorang fund manager di Miyuan Investments, seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TLKM

+1,88

BBRI

+0,99

GGRM

+1,98

HMSP

+0,53

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

MAYA

-10,74

BBCA

-0,96

UNVR

-0,84

KLBF

-2,90

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, bursa china
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top