Kontrak Baru Kian Dorong Saham ELSA

Dua kontrak baru yang berhasil dimenangkan PT Elnusa Tbk diyakini kian menggerakkan saham perusahaan ke arah penguatan yang tampak pada perdagangan awal pekan ini.
Purnama Syukri Hadi | 22 Oktober 2018 20:13 WIB
Karyawan PT Elnusa Tbk tampak tengah mengecek instalasi - elnusa.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Dua kontrak baru yang berhasil dimenangkan PT Elnusa Tbk diyakini kian menggerakkan saham perusahaan ke arah penguatan yang tampak pada perdagangan awal pekan ini.

Saham Elnusa hari ini dibuka pada zona hijau dengan penguatan 0,54% pada Rp370 dan terus bergerak positif hingga penutupan pada Rp380 atau naik 3,26% dari posisi akhir pekan lalu sebesar Rp368. Kinerja saham perusahaan juga tumbuh 2,15% sepanjang tahun berjalan.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke level 5.840,43, menguat 0,05%. Meski ditutup menguat, secara year to date kinerja IHSG turun sebesar 8,11%. Hal tersebut membuat kinerja saham yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan kode ELSA outperform terhadap IHSG.

Pada pekan lalu, Elnusa berhasil meraih dua kontrak baru pada sektor jasa hulu minyak dan gas, yakni survei seismic Darat 2D & 3D di wilayah Pesut Mas, Sulawesi tengah dan pengeboran modular di wilayah kerja Sanga-sanga, Kalimantan Timur dan Attaka. Nilai yang akan didapat dari dua kontrak baru tersebut mencapai lebih dari Rp1 triliun. Kontrak dengan durasi 3 tahun ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan sekaligus penambahan aktivitas perusahaan di sektor jasa hulu migas. Pada beberapa tahun sebelumnya, aktivitas perusahaan lebih lebih didorong segmen jasa distribusi dan logistik energi maupun jasa berbasis non-aset.

Sepanjang 2018, sebanyak 40% pendapatan perusahaan berasal dari pekerjaan hulu migas, sedangkan 55% berasal dari distribusi dan logistik perusahaan. Dengan demikian dengan raihan dua kontrak baru, ELSA optimis terhadap kinerja perusahaan pada beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II/2018, pendapatan perusahaan tumbuh 46,47% menjadi Rp2,91 triliun bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,99 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan beban pokok pendapatan ELSA yang meningkat 42,73% menjadi Rp2,61 triliun. Kendati demikian, perusahaan mampu mengantongi pertumbuhan laba yang signifikan. Laba periode berjalan perusahaan meroket 791,09% mencapai Rp127,66 miliar dari Rp14,32 miliar pada Juni 2017.

Secara teknikal, pergerakan harga saham Elnusa berada pada posisi netral yang diperlihatkan pada indikator Relative Strength Index (RSI). Saham ELSA sudah menembus Fibonacci Retracement 38,2% dan pada indikator MACD menunjukkan bahwa momentum masih positif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, elnusa tbk

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top