BSI akan Operasikan 1 Pit Baru Tahun Depan

PT Bumi Suksesindo, pengelola tambang emas dan mineral di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, berencana mengoperasikan satu pit lagi pada 2019 untuk meningkatkan produksi emas
Feri Kristianto | 18 Oktober 2018 16:38 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, DENPASAR — PT Bumi Suksesindo, pengelola tambang emas dan mineral di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, berencana mengoperasikan satu pit lagi pada 2019 untuk meningkatkan produksi emas
 
Direktur Bumi Suksesindo (BSI) Boyke Abidin menuturkan dengan tambahan satu pit tersebut, diperkirakan total produksi emas pada tahun depan akan meningkat 1,5 kali lipat dari produksi 2017. Saat ini, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. ini mengoperasikan dua tambang terbuka (open pit).
 
“Ini sejalan dengan target kami untuk meningkatkan produksi dan sesuai dengan rencana perusahaan,” jelasnya saat temu media di Denpasar, Bali, Kamis (18/10/2018).
 
Boyke menuturkan pembukaan pit baru akan dilakukan karena perseroan sudah mendapatkan sumber pendanaan. Investasi untuk membuka pit baru membutuhkan dana sangat besar.

BSI berencana membuka pit di lima lokasi di area seluas hampir 5.000 hektare (ha).
 
Berdasarkan data BSI, pada 2017, perseroan mencapai milestone penting karena berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari tambang Tujuh Bukit, yakni 142.468 ounce (oz) emas dan 44.598 oz perak. Pada 2018, produksi emas perusahaan ini ditargetkan meningkat menjadi 155.000-170.000 oz emas.
 
Sampai semester I/2018, tambang yang berlokasi di dekat obyek wisata Pulau Merah, Banyuwangi ini sudah memproduksi 83.713 oz emas dan 48.226 perak. Pada tahun ini, perseroan menargetkan peremukan bijih, penumpukan, dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton.
 
“Target itu sejalan dengan ekspansi lapisan oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton per tahun dan akan rampung pada kuartal I/2019,” jelasnya.
 
Khusus Bukit Tujuh atau Tumpang Pitu diklaim ramah lingkungan karena produksi emas dilakukan secara efisien. Tambang ini menerapkan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.
 
 Model heap leach menggunakan sistem Semi Autogenius Grinding (SAG) mill. BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan listrik lebih rendah dari perkiraan.

Saat ini, tambang Bukit Tujuh mempekerjakan 1.795 orang yang terdiri atas 99% warga Indonesia dan 1% ekspatriat. Dari total angkatan kerja, 66% berasal dari Kabupaten Banyuwangi termasuk 38% di antaranya warga Kecamatan Pesanggaran.
 

Tag : tambang emas, merdeka copper
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top