Minyak Mentah Pulih, Harga Batu Bara Masih Lanjutkan Pelemahan

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Desember 2018 ditutup melemah 2,46% atau 2,8 poin di level US$111,25 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 10 Oktober 2018 07:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara melemah pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Selasa (9/10/2018), saat harga minyak mentah dunia melorot. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Desember 2018 ditutup melemah 2,46% atau 2,8 poin di level US$111,25 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Senin (8/10), harga batu bara kontrak Desember 2018 berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,65% atau 0,75 poin di US$114,05 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk Januari 2019 juga ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,89% atau 0,90 poin di level US$100,60 per metrik ton pada Selasa.

Di sisi lain, harga minyak mentah menguat ketika Badai Michael mengakibatkan ditutupnya lebih banyak platform minyak offshore.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November ditutup naik 67 sen di level US$74,96 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Desember menanjak US$1,09 dan berakhir di level US$85 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$10,19 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, saat Badai Michael meluncur menuju Florida, sekitar 40% produksi minyak di Teluk Meksiko AS ditutup.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa pasar global memasuki 'zona merah'. Secara global, pasokan dari Iran dan Venezuela telah menyusut, sehingga menciptakan "situasi berisiko" bagi ekonomi dunia, menurut Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.

Birol membuat permohonan langsung kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya untuk meningkatkan output. Dia menyambut upaya Arab Saudi untuk meningkatkan produksi tetapi mengatakan pasokan mungkin akan tetap ketat.

Pada saat yang sama, minyak mentah cadangan di tangki Amerika mungkin meningkat untuk pekan ketiga berturut-turut, berdasarkan survei Bloomberg.

“Pasar berjuang dengan ekspektasi pengurangan ekspor Iran dikombinasikan dengan bukti fisik di AS bahwa persediaan meningkat,” ujar Kyle Cooper, seorang konsultan di Ion Energy Group LLC.

Pergerakan harga batu bara kontrak Desember 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

9 Oktober

111,25

(-2,46%)

8 Oktober

114,05

(-0,65%)

5 Oktober

114,80

(-0,52%)

4 Oktober

115,40

(0%)

3 Oktober

115,40

(+0,22%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top