Oso Sekuritas: IHSG Rebound ke Level 5.683 - 5.798

Oso Sekuritas memperkirakan nIHSG berpotensi rebound dengan pergerakan di kisaran 5.683 - 5.798.
Mia Chitra Dinisari | 08 Oktober 2018 08:18 WIB
Pelajar mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/9/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memperkirakan
IHSG berpotensi rebound dengan pergerakan di kisaran 5.683 - 5.798.

Menurut tim analis Oso Sekuritas IHSG hal tersebut terlihat dari pola dimana IHSG ditutup candle
bearish berada di area support dengan indikator Stochastic oversold, MACD histogram bergerak turun dengan trend volume meningkat. 

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (05/10), IHSG ditutup melemah  sebesar 0,43% ke level 5.731,94.

Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir
dalam zona merah, dimana sektor Properti dan Aneka Industri memimpin pelemahan masing-masing sebesar 1,58% dan 1,34%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBCA, TLKM, ASII, BBRI, PGAS.

Pelemahan pada indeks terjadi ditengah penantian para pelaku pasar terhadap rilisnya data Cadangan Devisa bulan September 2018 yang diperkirakan kembali menurun, hal.ini seiring dengan terdepresiasinya nilai tukar Rupiah yang saat ini telah menyentuh diatas level Rp 15.000 per dollar AS.

Sementara itu, pada (05/10) pukul 17:30, rilis Cadangan Devisa bulan September yang tercatat kembali menurun atau senilai US$ 114,8 miliar, nilai
tersebut turun US$ 3,1 miliar jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 1,26 triliun. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,03% ke level 15,183

Sementara itu indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan hari Jumat (05/09). Indeks Dow Jones melemah 0.68% ke level
26,457, S&P turun 0.55% ke level 2,885, dan Nasdaq terkoreksi 1.16% ke level 7,788.
Indeks utama bursa Wall St kembali terkoreksi seiring dengan berlanjutnya kenaikan imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang kini mencapai 3.248%.

Adapun hal ini salah satunya dikarenakan rilis data Nonfarm Payrol bulan September yang dibawah ekspektasi pelaku pasar sebesar 134k lebih rendah
dari perkiraan yang sebesar 185k. Selain itu, neraca perdagangan AS bulan Agustus yang mencatatkan defisit senilai US$ 53.2B atau lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya juga turut menjadi pemberat indeks pada akhir pekan kemarin.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top