Minyak Melorot, Harga Batu Bara Tergelincir

Harga batu bara tergelincir turun pada akhir perdagangan Kamis (4/10/2018), saat harga minyak mentah dunia melorot.
Renat Sofie Andriani | 05 Oktober 2018 08:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara tergelincir turun pada akhir perdagangan Kamis (4/10/2018), saat harga minyak mentah dunia melorot. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif November 2018 ditutup turun 0,35% atau 0,40 poin di level US$114,65 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Rabu (3/10), harga batu bara kontrak November 2018 berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,13% atau 0,15 poin di US$115,05 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Desember 2018 mampu beringsut ke zona hijau dan ditutup naik 0,25% di level 102 pada Kamis, setelah terkoreksi dua sesi perdagangan berturut-turut.

Sementara itu, harga minyak mentah jatuh dari level tertinggi sejak 2014 pada perdagangan Kamis (4/10) di tengah tanda-tanda peningkatan surplus minyak mentah di Amerika Serikat.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November berakhir turun 2,7% atau 2,08 poin di level US$74,33 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun minyak Brent kontrak Desember ditutup melemah 1,71 poin di level US$84,58 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Berdasarkan data Genscape Inc., tambahan 1,7 juta barel minyak disimpan dalam tangki di pusat jaringan pipa AS di Oklahoma dalam lima hari hingga 3 Oktober.

Angka tersebut mengikuti penghitungan pemerintah AS hari Rabu yang menunjukkan cadangan nasional melonjak dengan marjin terparah sejak Maret 2017.

Sebelumnya, Energy Information Administration pada Rabu (3/10) menyatakan pengebor minyak mentah AS memompa 11,1 juta barel per hari pekan lalu.

"Jika Genscape benar dan kita memiliki lebih banyak minyak maka jatuhnya persediaan yang kita saksikan selama tahun lalu akan segera berakhir," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy, seperti dikutip Bloomberg.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengritik OPEC untuk meningkatkan output. Meskipun negara-negara penghasil minyak mendapat manfaat selama reli pasar, harga pada level yang terlalu tinggi dapat membahayakan permintaan energi.

"Setelah beberapa hari terakhir bergerak menguat, saya pikir ada kekhawatiran yang meningkat tentang prospek permintaan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, seperti dikutip Bloomberg.

Seperti diketahui, harga batu bara bisa mengikuti gerak minyak mengingat dampaknya pada biaya produksi dan pengangkutan serta pengaruh terhadap sentimen secara keseluruhan dalam pasar energi.

Pergerakan harga batu bara kontrak November 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

4 Oktober

114,65

(-0,35%)

3 Oktober

115,05

(+0,13%)

2 Oktober

114,90

(-0,17%)

1 Oktober

115,10

(+0,48%)

28 September

114,55

(-0,04%)

Sumber: Bloomberg

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top