Minyak Melonjak, Harga Batu Bara Pulih

Harga batu bara mampu kembali pulih pada akhir perdagangan Rabu (3/10/2018), bersama dengan minyak mentah.
Renat Sofie Andriani | 04 Oktober 2018 08:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara mampu kembali pulih pada akhir perdagangan Rabu (3/10/2018), bersama dengan minyak mentah. 

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak November 2018 ditutup naik 0,13% atau 0,15 poin di level US$115,05 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Selasa (2/10), harga batu bara kontrak November 2018 berakhir tergelincir turun 0,17% atau 0,20 poin di US$114,90 per metrik ton.

Sementara itu, harga batu bara Newcastle kontrak teraktif Desember 2018 berakhir menguat 0,22% atau 0,25 poin di level 115,40 pada perdagangan Rabu.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Januari 2019 masih terkoreksi dan ditutup turun 0,24% di level 101,85 pada Selasa, pelemahan hari kedua berturut-turut.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah kembali melonjak mendekati level tertinggi dalam empat tahun saat berkurangnya pasokan Iran di pasar global membayangi kenaikan tertinggi cadangan minyak AS sejak Maret 2017.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November berakhir rebound sekitar 1,6% atau 1,18 poin di level US$76,41 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (3/10), tertinggi sejak November 2014.

Adapun minyak Brent untuk kontrak Desember naik 1,49 poin dan ditutup di level US$86,29 di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, level tertinggi sejak 2014. Baik WTI & Brent sebelumnya memperpanjang koreksi yang dialami pada Selasa (2/10).

Dilansir Bloomberg, persediaan minyak mentah di AS meningkat lima kali lipat dari prediksi dalam survei Bloomberg, sebagian didorong oleh meningkatnya impor dan penurunan permintaan luar negeri untuk minyak AS.

Sanksi AS yang sedang berlaku membuat pembeli menjauhi muatan minyak Iran, meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan pasokan di seluruh dunia.

"Bagi kami yang menghitung barel ingin sekali melihat berapa banyak produksi Iran yang benar-benar jatuh bulan depan dan kemudian berapa banyak Arab Saudi dan Rusia akan benar-benar menambal kekurangan tersebut," kata Brian Kessens, yang membantu mengelola aset energi senilai US$16 miliar di Tortoise Capital, seperti dikutip Bloomberg.

Rusia dan Arab Saudi meningkatkan output hingga 1 juta barel minyak mentah setiap hari dan Rusia dapat menambah 200.000 hingga 300.000 barel dalam beberapa bulan ke depan, ungkap Menteri Energi Rupiah Alexander Novak.

“Pasar sepertinya melihat melampaui kenaikan jangka pendek. Masih ada banyak kekhawatiran tentang Iran,” kata Craig Bethune, manajer portofolio senior di Manulife Asset Management.

Pergerakan harga batu bara kontrak November 2018 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

3 Oktober

115,05

(+0,13%)

2 Oktober

114,90

(-0,17%)

1 Oktober

115,10

(+0,48%)

28 September

114,55

(-0,04%)

27 September

114,60

(-0,13%)

Sumber: Bloomberg

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top