Demi Mendorong Harga, Industri Kopi Brasil Bakal Beraksi

Industri kopi berencana membangun kerja sama untuk memerangi dampak harga global yang terus melorot di sisi produsen, di antaranya melalui pembatasan produksi. Namun, keputusan tersebut hanya bisa dibuat setelah ketidakpastian politik di Brasil.
Mutiara Nabila | 02 Oktober 2018 16:18 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Industri kopi berencana membangun kerja sama untuk memerangi dampak harga global yang terus melorot di sisi produsen, di antaranya melalui pembatasan produksi. Namun, keputusan tersebut hanya bisa dibuat setelah ketidakpastian politik di Brasil.

Pelemahan mata uang Brasil dan semakin melebarnya shortselling untuk kontrak berjangka kopi terus menekan harga di kopi di bursa New York ke titik terendahnya selama setahun pada September lalu.

Negara produsen nomor satu di dunia itu pada bulan ini akan menghadapi pemilihan umum paling terbuka yang pernah ada, dengan mata uang real yang terus terdepresiasi ke titik terendah karena ketakutan pasar akan kegagalan pemimpin selanjutnya untuk membawa reformasi.

Kepasa Asosiasi Pengolah Kopi Brasil ABIC Ricardo de Souza Silveira mengatakan bahwa sangat mungkin industri kopi akan beraksi untuk menangkal penurunan harga lebih lanjut.

“Kami akan mencari alat lain untuk memperbaiki keseimbangan para produsen. Mereka saat ini sedang menghadapi saat-saat yang berat,” kata Silveira, dilansir dari Reuters, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, industri kopi Brasil kemungkinan melakukan penahanan produksi untuk beberapa waktu dan menyisakan sedikit untuk dijual di perdagangan berjangka. Selain itu akan hedging dan melakukan mekanisme pasar lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh produsen.

“Namun, di Brasil saat ini akan lebih sulit untuk berpikir agak jauh ke depan mengingat ketidakstabilan politik yang masih melanda,” tambah Silveira.

Industri kopi Brasil hanya bisa duduk bersama dan mendiskusikan aksi selanjutnya setelah pemilihan presiden selesai. Putaran pertama pemilihan akan terjadi pada Minggu (7/10), tetapi kemudian akan terus berlanjut hingga 27 Oktober mendatang jika tiadk ada kandidat yang mendapat suara mayoritas.

“Setelah pemilihan umum selesai, dolar AS akan kembali seimbang dan banyak hal lainnya akan kembali pulih,” lanjutnya.

Lucio Dias, Kepala Penjualan Cooxupe, koperasi kopi terbesar dunia dan pengekspor nomor satu Brasil, mengatakan bahwa produsen kopi Brasil selama ini terus terpukul oleh pelemahan mata uang real dan membuat biaya impor pupuk dan biaya operasional lainnya naik.

Dias menambahkan, sekitar 35% - 40% dari biaya kopi per kantongnya dihargai dengan dolar AS.

Namun masih banyak produsen yang dipaksa menjual dengan harga rugi dan yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah dampak dari tingginya biaya itu pada musim panen selanjutnya.

Pada perdagangan Selasa (2/10) harga kopi di Intercontinental Exchange (ICE) turun tipis 0,25 poin atau 0,24% menjadi US$102,20 sen per pon. Sepanjang tahun ini, harga kopi itu sudah mengalami penurunan hingga 19,02%.

 

Tag : komoditas, kopi
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top