Kesepakatan NAFTA Bawa Prospek Cerah, Bursa Asia Bergerak Stabil

Bursa Asia bergerak stabil pada perdagangan pagi ini, Selasa (2/10/2018), saat bursa saham Jepang naik ke level tertinggi barunya dalam 27 tahun dan harga minyak mentah menguat menyusul tercapainya kesepakatan terkait NAFTA.
Renat Sofie Andriani | 02 Oktober 2018 10:29 WIB
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia bergerak stabil pada perdagangan pagi ini, Selasa (2/10/2018), saat bursa saham Jepang naik ke level tertinggi barunya dalam 27 tahun dan harga minyak mentah menguat menyusul tercapainya kesepakatan terkait NAFTA.

Berdasarkan data Reuters, indeks Nikkei Jepang menguat 0,5%, bursa saham Australia naik 0,1%, sedangkan indeks saham Kospi Korea Selatan bertambah 0,05%. Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar finansial ditiadakan sepanjang pekan ini karena libus nasional.

Setelah melewati perundingan panjang dan cukup alot, Amerika Serikat (AS) dan Kanada akhirnya mencapai kesepakatan pada Minggu (30/9/2018) waktu setempat.

Kesepakatan tersebut berhasil menyelamatkan Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang kini berubah nama menjadi United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA).

"Kesepakatan NAFTA adalah prestasi yang berhasil diraih oleh Presiden Trump [Donald Trump] sebelum pemilu paruh waktu di AS, kehati-hatian di pasar menyurut untuk sementara waktu,” kata Masahiro Ichikawa, pakar strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 di AS pun berakhir menguat pada perdagangan Senin, (1/10), setelah kesepakatan di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan NAFTA sebagai pakta trilateral membantu meredakan kekhawatiran perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 192,9 poin atau 0,73% di level 26.651,21 dan indeks S&P 500 naik 10,61 poin atau 0,36% di level 2.924,59.

“Ini adalah berita baik tidak hanya untuk NAFTA dan Amerika Utara secara umum, tetapi banyak pelaku pasar benar-benar memandang prospek negosiasi di masa depan terbuka, terutama dengan China," kata Lindsey Bell, analis investasi di CFRA Research, seperti dikutip Reuters.

Nilai tukar dolar Kanada diperdagangkan di C$1,2810 per dolar AS setelah menguat ke level tertingginya dalam empat bulan di C$1,2782 semalam menyusul tercapainya kesepakatan tersebut.

Adapun indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama berada di posisi 95,289 setelah naik ke level 95.373 semalam, level tertingginya sejak 10 September.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah AS lanjut naik 0,35% ke US$75,56 per barel setelah melonjak hampir 3% ke US$75,77 per barel pada Senin (1/10), tertinggi sejak November 2014, karena kesepakatan untuk menyelamatkan NAFTA memicu ekspektasi pertumbuhan ekonomi.

 

Tag : bursa asia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top