IHSG Tambah Kuat Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (28/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 28 September 2018 17:48 WIB
Siluet pengunjung mengamati layar informasi IHSG, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (28/9/2018).

Penguatan IHSG berlanjut setelah mampu membukukan rebound dengan penguatan hampir 1% di posisi 5.929,22 pada akhir perdagangan Kamis (27/9).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,80% atau 47,34 poin di level 5.976,55, meskipun dibuka dengan kenaikan tipis 0,02% atau 1,39 poin di level 5.930,60 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak di zona hijau pada level 5.930,60-5.976,55.

Sektor pertanian (+1,69%) dan industri dasar (+1,38%) memimpin di antara delapan sektor mendorong penguatan IHSG di akhir perdagangan, sedangkan sektor aneka industri menetap sendiri di zona merah dengan turun 0,15%.

Melansir Bloomberg, sektor pertanian menguat setelah Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud berkomentar tentang minyak sawit untuk biodiesel.

“Indonesia dapat menyerap 6 juta hingga 7 juta ton minyak sawit untuk memproduksi biodiesel pada tahun 2019 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5 juta ton tahun ini,” ujar Musdhalifah.

Dari 602 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 219 saham menguat, 163 saham melemah, dan 220 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 2,61% menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG, diikuti saham TLKM (+1,68%), BMRI (+1,51%), dan AMRT (+13,41%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan penguatannya untuk hari kedua berturut-turut dengan berakhir menguat 1,07% atau 5,55 poin di level 523,86, setelah ditutup rebound dengan kenaikan 1,16% di posisi 518,31 kemarin.

Menurut Evan Lie Hadiwidjaja, kepala riset di Sinarmas Sekuritas, volatilitas pada pasar finansial dapat bertahan hingga pemilu paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat (AS).

“IHSG bisa naik ke level 6.300 pada akhir tahun selama stabilitas rupiah dapat dipertahankan,” tambah Evan.

Nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini rebound dan berakhir terapresiasi 20 poin atau 0,13% di level Rp14.903 per dolar AS.

Mata uang Garuda sebelumnya dibuka dengan pelemahan 21 poin atau 0,14% di level Rp14.944 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 12 poin atau 0,08% di posisi Rp14.923 per dolar AS pada Kamis (27/9).

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia bergerak variatif sore ini dengan indeks SE Thailand (+0,06%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,31%), indeks PSEi Filipina (-0,60%), dan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,64%).

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup menguat 0,95% dan 1,36%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 berakhir menguat 1,06% dan 1,04% masing-masing, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong juga berakhir naik 0,26%.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat, didorong penguatan bursa saham Jepang dan China, bahkan ketika indeks saham acuan regional menuju penurunan kuartalan ketiga berturut-turut di tengah berlanjutnya kekhwatiran perdagangan antara AS dan China.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% pada pukul 4.47 sore waktu Hong Kong, didorong saham telekomunikasi dan energi.

“Ini adalah kuartal yang sulit, meskipun investor mulai melihat cahaya dengan keputusan MSCI untuk mempertimbangkan mengangkat pembobotan saham China dalam indeksnya serta potensi meredanya tensi perdagangan berpotensi menarik investor global kembali ke Asia,” ujar Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik dengan Oanda Corp.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+2,61

TLKM

+1,68

BMRI

+1,51

AMRT

+13,41

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BYAN

-5,84

GGRM

-1,27

INKP

-1,56

BCAP

-10,22

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top