AS-China Memanas, Harga Karet kian Mengkeret

Harga karet terus melemah pada perdagangan hari ini keempat berturut-turut, Kamis (27/9/2018), di tengah memanasnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 27 September 2018 15:57 WIB
Pekerja menjemur lembaran karet. - Bloomberg/Dario Pignatelli

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet terus melemah pada perdagangan hari ini keempat berturut-turut, Kamis (27/9/2018), di tengah memanasnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Harga karet untuk pengiriman Februari 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir melorot 1,61% atau 2,70 poin di 164,60 yen per kg.

Padahal, harga bahan utama pembuatan ban ini sempat rebound ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,42% atau 0,70 poin di posisi 168, setelah ditutup turun 0,30% atau 0,50 poin di posisi 167,30 yen per kg pada Rabu (26/9).

Adapun harga karet untuk kontrak teraktif Maret 2019 di Tocom hari berakhir melemah 1,12% atau 1,90 poin di 167,10 yen per kg, setelah ditutup turun 0,53% di level 169 pada Rabu (26/9).

Sejalan dengan karet Tocom, di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 berakhir melorot 1% atau 125 poin di posisi 12.400 yuan per ton, setelah mampu ditutup naik 0,24% di level 12.525 pada Rabu (26/9).

“Meningkatnya tensi antara China dan AS memperburuk kekhawatiran tentang ekonomi China dan permintaannya untuk karet,” ujar Takaki Shigemoto, analis perusahaan riset JSC, seperti dilansir dari Bloomberg.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya dan Presiden China Xi Jinping mungkin tidak lagi berteman.

Komentarnya itu disampaikan setelah Trump menuding pemerintah China telah mencoba ikut campur dalam pemilihan kongres AS pada November mendatang.

“Mungkin dia tidak lagi,” jawab Trump ketika ditanya bagaimana dia bisa tetap berteman dengan Xi Jinping, dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (26/9) setelah menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York.

Pertikaian dagang yang saat ini sedang membelit dirinya dengan negara berpopulasi terpadat di dunia itu pun meningkat selama kehadirannya di Sidang Umum PBB, setelah Trump menuding China mencoba turut campur dalam pemilu paruh waktu (midterm election) di AS.

Turut menekan karet, nilai tukar yen terpantau terapresiasi 0,07 poin atau 0,06% ke level 112,65 yen per dolar AS pada pukul 14.36 WIB, setelah berakhir menguat 0,25 poin atau 0,22% di posisi 112,72 pada perdagangan Rabu (26/9).

Penguatan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi menurun.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Februari 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

27/9/2018

164,60

-1,61%

26/9/2018

167,30

-0,30%

25/9/2018

167,80

-0,65%

24/9/2018

libur

libur

21/9/2018

168,90

-0,41%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top