Dolar AS Terbebani Daya Tarik Mata Uang Emerging Market

Dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan pagi ini, Jumat (21/9/2018), bersama yen, akibat menyusutnya permintaan untuk mata uang safe haven tersebut.
Renat Sofie Andriani | 21 September 2018 11:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan pagi ini, Jumat (21/9/2018), bersama yen, akibat menyusutnya permintaan untuk mata uang safe haven tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama di dunia melandai 0,03% atau 0,025 poin ke level 93,887 pada pukul 10.39 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan turun tipis 0,011 poin di level 93,901, bahkan terpantau sempat menyentuh 93,859, kisaran level terendahnya sejak 9 Juli. Adapun pada perdagangan Kamis (20/9), indeks dolar berakhir melemah 0,66% atau 0,625 poin di posisi 93,912.

Indeks dolar telah turun lebih dari 1% pekan ini, saat investor beralih dari greenback pada mata uang emerging market di tengah meredanya kekhawatiran perang dagang AS-China.

Sementara itu, nilai tukar yen lanjut melemah 0,20% atau 0,23 poin ke level 112,72 per dolar AS, setelah ditutup melemah 0,21 poin di posisi 112,49 pada Kamis (20/9).

Daya tarik dolar AS dan yen, yang bersifat safe haven, berkurang saat investor berpandangan bahwa konflik perdagangan antara China dan AS dalam beberapa waktu terakhir tidak seburuk yang dikhawatirkan sebelumnya.  

Di sisi lain, nilai tukar euro terpantau terus naik 0,06% ke US$1,1784, setelah berakhir menguat 0,89% di US$1,1777 kemarin.

 “Sentimen untuk aset berisiko akibat optimisme terhadap isu-isu perdagangan AS-China telah membuka jalan bagi kenaikan euro,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, seperti dikutip Reuters.

Dibantu oleh lonjakan dalam mata uang seperti lira Turki dan Rand Afrika Selatan, yang pada awal bulan tertekan gesekan perdagangan dan faktor domestik, indeks mata uang emerging market MSCI pun naik ke level tertingginya dalam tiga pekan pada hari ini.

Namun, membaiknya sentimen untuk aset berisiko tersebut berlawanan dengan survei Reuters yang menunjukkan sejumlah pandangan bahwa pertikaian perdagangan antara dua negara berekonomi besar itu buruk bagi prospek pertumbuhan.

Posisi indeks dolar AS                                                                        

21/9/2018

(Pk. 10.39 WIB)

93,887 (-0,03%)

20/9/2018

93,912 (-0,66%)

19/9/2018

94,537 (-0,11%)

18/9/2018

94,640 (+0,15%)

17/9/2018

94,496 (-0,45%)

Sumber: Bloomberg

 

Tag : dolar as
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top