Mengintip Bisnis Mega Manunggal (MMLP), Ini Catatan Sahamnya

Mega Manunggal Property (MMLP) bertumbuh baik yang akan menopang fundamental pergerakan harga saham. Akan tetapi, likuiditas saham merupakan risiko dalam investasi ini.
Fajar Sidik | 21 September 2018 10:05 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai potensi bisnis Mega Manunggal Property (MMLP) bertumbuh baik yang akan menopang fundamental pergerakan harga saham. Akan tetapi, likuiditas saham merupakan risiko dalam investasi ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni menjelaskan performa bisnis MMLP terlihat cukup stabil dalam beberapa periode terakhir, baik dari sisi penjualan maupun EBITDA.

"Kami mengunjungi Mega Manunggal Property (MMLP), sebuah perusahaan penyedia warehouse modern yang didirikan tahun 2010 dengan jumlah net leasable area (NLA) sebesar 300,650m2. Kegiatan operasinya berfokus pada properti pergudangan modern, yang memberikan spesifikasi tinggi.

MMLP adalah penyedia warehouse modern terbesar di Indonesia, dengan NLA yang terus berkembang dari 139,811m2 di tahun 2013 menjadi 300,650m2 saat ini (lima-tahun CAGR +13.6%). Perusahaan memiliki kontrak jangka panjang (rata-rata 5-10 tahun) dengan klien bereputasi baik.

Pada semester I/2018, konsep “build-to-suit” berkontribusi 61.6% terhadap total NLA; sementara sisanya berasal dari multi-tenant warehousing. Tingginya kontribusi dari build-to-suit warehouses turut meminimalkan risiko keluarnya penyewa, mengingat bagi klien hal demikian cukup berbiaya dan agak sulit untuk menemukan penyedia pergudangan lain dengan spesifikasi serupa.

MMLP bermaksud untuk mengembangkan NLA-nya dengan memperoleh lahan dan kontrak baru, menargetkan total NLA sebesar 400,000m2 hingga akhir 2018. Saat ini, perusahaan tengah membangun gudang build-to-suit tahap dua untuk Lazada di Tapos, Depok dengan NLA sekitar 35,916m2.

Pada kuartal I/2018, MMLP telah memperoleh 10 hektare lahan di Cikarang, Bekasi untuk pengembangan proyek yang sudah ada kontrak pra-komitmennya sebesar 67,000m2 NLA.

NLA yang terus berkembang akan mewujudkan skala ekonomi bagi perusahaan ke depannya. Dari perspektif makro, kami yakin Indonesia masih menarik untuk foreign direct investment (FDI), yang mana berimplikasi positif untuk sektor logistik—utamanya permintaan akan pergudangan.

Analisis keuangan secara historis, keuntungan bersih menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi yang berasal dari naiknya nilai wajar properti investasi, yang mana bersifat non-cash. Apabila kita mengesampingkan efek dari adanya kenaikan tersebut, kita peroleh keuntungan bersih yang telah disesuaikan ternyata cukup stabil dan menghasilkan marjin yang cukup bagus.

EBITDA juga stabil dari tahun ke tahun, dengan tahun 2017 merupakan yang tertinggi yaitu Rp145,9 miliar (+20.8% YoY). Untuk setahun penuh 2018, perusahaan menargetkan EBITDA sebesar Rp200 miliar dengan margin sebesar 70%.

Valuasi saham saat ini, MMLP diperdagangkan pada P/B of 1.0x, sedikit di bawah -1 st.dev. Likuiditas saham merupakan risiko dalam investasi ini.

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top