Sektor Konsumer Terlemah, HMSP & UNVR Penekan Utama IHSG

Saham emiten konsumer menjadi penekan utama atas pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (18/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 18 September 2018 13:04 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten konsumer menjadi penekan utama atas pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (18/9/2018).

IHSG melemah 0,50% atau 28,93 poin ke level 5.795,33 pada akhir sesi I. Padahal, indeks sempat bergerak positif dan naik ke kisaran level 5.840 setelah dibuka turun 0,10% atau 5,54 poin di level 5.818,72 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.781,29 – 5.844,95. Adapun pada perdagangan Senin (17/9), IHSG berakhir merosot 1,80% atau 107,02 poin di posisi 5.824,26.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 118 saham menguat, 214 saham melemah, dan 268 saham stagnan dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG pada akhir sesi I, berikut tiga saham lainnya berdasarkan nilai kapitalisasi pasar (lihat tabel).

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di teritori negatif dengan tekanan utama sektor konsumer (-1,53%) dan properti (-0,87%). Adapun sektor aneka industri dan infrastruktur masing-masing naik 1,60% dan 0,27%.

Sementara itu, saham HMSP (-1,84%), UNVR (-2,23%), GGRM (-1,27%), dan INDF (-2,87%) menjadi penekan utama atas pelemahan sektor konsumer pada indeks sektoral IHSG siang ini.

Berikut rincian saham pada IHSG di akhir sesi I:

Lima saham penekan utama berdasarkan kapitalisasi pasar:

Kode

Perubahan

HMSP

-1,84%

UNVR

-2,23%

BMRI

-1,55%

BBRI

-1,01%

UNTR

-1,71%

Lima saham terlemah berdasarkan persentase: 

Kode

Perubahan

NUSA

-24,00%

LCGP

-15,00%

AGRS

-12,50%

PKPK

-11,86%

ERTX

-11,43%

Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, bursa efek indonesia

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top