Arkadia Digital Media (DIGI) Fokus Tingkatkan Traffic

Usai melangsungkan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Arkadia Digital Media Tbk. akan fokus menempuh investasi-investasi yang berorientasi pada kenaikan traffic kunjungan media daring perseroan.
Dara Aziliya | 18 September 2018 18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Usai melangsungkan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Arkadia Digital Media Tbk. akan fokus menempuh investasi-investasi yang berorientasi pada kenaikan traffic kunjungan media daring perseroan.

Direktur Utama Arkadia Digital Media William Martaputra menyampaikan perseroan akan menggunakan dana hasil IPO yang sebesar Rp30 miliar untuk memperkaya infrastruktur keras dan lunak perseroan, sekaligus penambahan modal kerja.

“Dana dari IPO tersebut sebesar 38%-nya akan kami gunakan untuk pembelian perangkat keras, lalu 60% akan kami gunakan untuk pengembangan perangkat lunak dan software, sisanya 2% akan kami gunakan untuk modal kerja,” ungkap William di Jakarta, Selasa (18/9).

William menyampaikan Arkadia Digital Media yang selama ini mengunggulkan pendapatan dari media daring Suara.com akan meluncurkan tujuh media daring lagi pada kuartal IV/2018. Dengan kemunculan beberapa media baru tersebut, perseroan menargetkan angka traffic pada tahun ini dapat meningkat 30%—40%.

Adapun, perseroan sebelumnya merencanakan pelepasan 150 juta saham yang terdiri atas 100 juta saham baru dan 50 juta saham milik pendiri. Perseroan akhirnya melepaskan 150 juta saham baru, sedangkan saham pendiri batal tereduksi.

William menerangkan pendiri emiten dengan ticker DIGI tersebut masih berkomitmen memegang saham perusahaan. Menurutnya, pendiri pun belum merencanakan untuk melepaskan saham tersebut melalui skema fundraising apapun.

Dengan melepas saham baru, perseroan berharap seluruh dana IPO dapat terserap maksimal dan meningkatkan kinerja perseroan. Dengan perluasan distribusi dan model bisnis yang beragam, perseroan optimistis dapat tumbuh signifikan.

Selain mengelola beberapa media daring, Arkadia Digital Media saat ini juga menjalankan bisnis sebagai penyedia konten untuk operator telekomunikasi, creative agency, multimedia production house, dan event planner.

William menilai peluang pasar perseroan masih sangat besar. Berdasarkan survey Service Provider Association (APJII) pada 2017, tercatat dari 262 juta penduduk Indonesia, baru 54,68% yang aktif menggunakan internet. Porsi ini diyakini akan terus tumbuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Arkadia Digital Media

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top