ECB & BOE Tahan Suku Bunga, Indeks Stoxx 600 Kehilangan Momentum

Bursa Eropa kehilangan sedikit momentum penguatannya pada akhir perdagangan Kamis (13/9/2018), menyusul keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral serta sanksi baru AS terhadap perusahaan teknologi China dan Rusia.
Renat Sofie Andriani | 14 September 2018 06:25 WIB
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa kehilangan sedikit momentum penguatannya pada akhir perdagangan Kamis (13/9/2018), menyusul keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral serta sanksi baru AS terhadap perusahaan teknologi China dan Rusia.

Indeks Stoxx 600 ditutup turun tipis 0,15%, meskipun indeks DAX Jerman dan indeks saham zona Eropa Stoxx 50E bertahan naik 0,2%.

Di sisi lain, saham-saham otomotif dan pertambangan Eropa yang sensitif terhadap isu perdagangan mampu menguat pada Kamis di tengah kabar tentang rencana putaran baru diskusi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Saham otomotif naik 1,1% setelah pejabat pemerintah AS mengundang China untuk mengadakan pembicaraan perdagangan baru. Undangan ini disambut positif oleh kementerian luar negeri Tiongkok.

Saham produsen mobil diketahui telah menjadi salah satu korban terbesar ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya.

“Anda harus khawatir tentang dampak [tensi perdagangan terhadap otomotif] karena buktinya adalah bahwa perusahaan-perusahaan mengalami tekanan sebagai konsekuensinya," kata Steven Magill, head of European Value di UBS Asset Management.

“Tapi harga saham tampaknya telah mengurangi skenario negatif,” tambah Magill, seperti dikutip dari Reuters.

Saham teknologi juga naik dengan produsen chip dan pemasok Apple, Infineon, BE Semiconductor, dan STMicro naik 1,5%-5% setelah Apple meluncurkan iPhone yang lebih besar dan mahal.

Namun saham teknologi harus mengikis penguatannya setelah AS memberlakukan sanksi baru pada perusahaan teknologi yang berbasis di China, CEO Korea Utara, dan anak perusahaan Rusia, dengan menuduh mereka memindahkan dana terlarang ke Korea Utara.

Sementara itu, Bank of England (BOE) dan European Central Bank (ECB), seperti yang sudah diantisipasi pasar, mempertahankan tingkat suku bunga acuannya. Dilansir dari CNBC, BOE memutuskan mempertahankan suku bunganya di 0,75%.

Selama konferensi pers, Gubernur ECB Mario Draghi berbicara tentang keadaan kebijakan moneter, serta menegaskan kembali keyakinannya pada kondisi ekonomi zona euro. Bagaimanapun, ia memperingatkan bahwa risiko global, seperti volatilitas pasar keuangan dan proteksionisme telah memperoleh "keunggulan”.

Perbankan namun mencatat performa terbaik kedua, dengan kenaikan 0,7%, setelah keputusan bank sentral Turki untuk menaikkan suku bunganya dengan tajam mendorong nilai tukar lira. Hal ini membawa penguatan saham bank yang terkait dengan Turki seperti BBVA, Unicredit, ING, dan BNP Paribas.

Tag : bursa eropa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top