Fast Food Indonesia (FAST) Segera Luncurkan 50 Unit Self Order Kios

PT Fast Food Indonesia Tbk. berencana untuk membuka self order kios KFC sebanyak 100 unit untuk meningkatkan kecepatan layanan dan siap meluncurkan 50 unit dalam waktu dekat.
Novita Sari Simamora | 12 September 2018 20:32 WIB
Pelanggan menikmati makan siang di salah satu gerai Kentucky di Makassar, Sulsel, Selasa (28/4). PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) sebagai pemegang merek Kentucky Fried Chicken (KFC), meraup pendapatan sebesar Rp4,2 triliun sepanjang tahun lalu, naik 6,26% dari perolehan setahun sebelumnya Rp3,96 triliun. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Fast Food Indonesia Tbk. berencana untuk membuka self order kios KFC sebanyak 100 unit untuk meningkatkan kecepatan layanan dan siap meluncurkan 50 unit dalam waktu dekat.

Direktur Fast Food Indonesia Shivashish Pandey mengungkapkan, perseroan telah membuka 3 kios itu di Bintaro, Serpong dan Lippo Cikarang. Dia menjelaskan, counter pemesanan dan pengambilan adalah berbeda. "Kami harapkan self order kios bisa mencapai 100 kios. Saat ini yang on progress ada 50 kios dan yang dipasang sudah 4 kios," ungkapnya belum lama ini.

Untuk mempercepat layanan, kata Shivashish, 3 self order kios (SOK) akan dibuka di satu gerai besar, dan disesuaikan dengan aktivitas gerai. Dia mengungkapkan SOK tersebut akan mengurangi antrian pemesanan.

Shivashish menuturkan, pembukaan SOK tersebut akan terus dilakukan di kota-kota berkembang. Restoran cepat saji dengan brand KFC mengalokasikan belanja modal senilai Rp560 miliar hingga akhir tahun.

Hingga Agustus 2018, emiten bersandi saham FAST telah menyerap belanja modal senilai Rp120 miliar hingga Agustus 2018.

Direktur Fastfood Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengungkapkan, belanja modal tersebut dialokasikan untuk pembukaan gerai-gerai baru. Hingga saat ini, pemegang lisensi KFC ini telah membuka sebanyak 15 gerai baru.

FAST memproyeksikan akan membuka sebanyak 55 gerai terdiri dari 35 gerai tradisional dan 20 KFC Box. Sementara itu, jumlah penjualan hingga akhir tahun diprediksikan bisa tumbuh 13,4% menjadi Rp6,16 triliun.

Dia mengatakan, belanja modal tersebut berasal dari kas internal. Selain itu, perseroan tidak berencana menaikkan harga penjualan pada tahun ini, sebab pada 2017, FAST telah menaikkan harga sebesar 3% pada beberapa produk yang berkaitan dengan ayam.

Pada semester I/2018,  FAST membukukan pendapatan Rp2,96 triliun, naik 13,84% dari posisi Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, FAST juga membukukan laba tahun berjalan senilai Rp102,17 miliar, tumbuh 34,87% dari posisi Rp75,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag : fast food indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top