Kurs Tengah Menguat 7 Poin, Pasar Tunggu Respons China & Data Payroll AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (7/9/2018) di Rp14.884 per dolar AS, menguat 7 poin atau 0,04% dari posisi Rp14.891 pada Kamis (6/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 07 September 2018 12:12 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (7/9/2018) di Rp14.884 per dolar AS, menguat 7 poin atau 0,04% dari posisi Rp14.891 pada Kamis (6/9/2018).

Kurs jual ditetapkan Rp14.958 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.810 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp148.

Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau bertahan di level Rp14.890 per dolar AS pada pukul 11.21 WIB dengan penguatan 3 poin atau 0,02%.

Mata uang Garuda mulai memperpanjang penguatannya setelah dibuka terapresiasi 24 poin atau 0,16% di posisi 14.869. Adapun pada perdagangan Kamis (6/9), rupiah berakhir rebound dengan penguatan 45 poin atau 0,30% di level 14.893.

Sementara itu, mata uang lainnya di Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS siang ini, dipimpin peso Filipina yang terdepresiasi 0,14% dan renminbi China yang turun 0,08%.

Adapun indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun 0,03% atau 0,032 poin ke level 94,989 pada pukul 11.11 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,004 poin di level 95,017, setelah pada perdagangan Kamis (6/9) berakhir melemah 0,17% atau 0,163 poin di posisi 95,021.

Dilansir dari Bloomberg, pasar saat ini menantikan reaksi pemerintah China setelah batas waktu periode komentar publik untuk tarif baru yang direncanakan pemerintahan Presiden Donald Trump berakhir Kamis malam waktu setempat.

Trump mendapatkan dorongan dari sejumlah perusahaan dan peritel paling terkemuka di AS untuk membalik arah rencananya memberlakukan tarif terhadap impor tambahan asal China senilai US$200 miliar.

Sementara itu, perhatian para pedagang juga tertuju pada data nonfarm payroll AS yang akan dirilis pada pada hari ini waktu setempat, dengan prediksi peningkatan sebesar 191.000 pada Agustus dari 157.000 pada bulan sebelumnya. Adapun tingkat pengangguran diprediksi akan turun menjadi 3,8% dari 3,9%.

“Pasar valas emerging market di Asia akan terus dibebani oleh dolar AS yang kuat secara global sepanjang paruh kedua, saat dolar didukung indikator ekonomi AS yang positif, perkiraan kenaikan suku bunga Fed, minat untuk safe haven,” ujar An Young-jin, seorang ekonom di SK Sekuritas di Seoul.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

7 September

14.884

6 September

14.891

5 September

14.927

4 September

14.840

3 September

14.767

Sumber: Bank Indonesia

Tag : kurs tengah bi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top